Jumat, 23 Okt 2026 - 01:13 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Pemko Padang dan Anggota DPR Zigo Rolanda Evaluasi Flyover Sitinjau Lauik, Mitigasi Gangguan Air Baku Diperkuat

Muhammad Haikal
Kamis, 22 Okt 2026 | 19:25 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF — Percepatan pembebasan lahan dan pengamanan pasokan air baku untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang menjadi dua hal utama yang dibahas dalam peninjauan dan evaluasi pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Kamis (22/10/2026).

Dalam kunjungan kerja reses Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, di lokasi proyek Flyover Sitinjau Lauik I tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, turut mendampingi untuk melihat perkembangan pengerjaan sekaligus membahas sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Peninjauan itu melibatkan pihak pelaksana proyek, PT Hutama Karya (HK), sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur strategis tersebut berjalan sesuai rencana, tanpa mengabaikan dampaknya terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih di Kota Padang.

Raju Minropa mengatakan, pemerintah kota memberikan perhatian terhadap dua aspek penting dalam pelaksanaan proyek, yakni kelanjutan pembebasan lahan tahap kedua dan perlindungan sumber air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pagi ini ada kunjungan kerja dalam rangka reses Komisi V, yaitu Bapak Zigo Rolanda untuk mengevaluasi dan melihat perkembangan kemajuan dari pelaksanaan proyek ini,” kata Raju.

Ia menjelaskan, untuk pembebasan lahan tahap kedua, saat ini terdapat tujuh persil tanah yang masih dalam proses penetapan lokasi atau penlok. Pemerintah Kota Padang berharap tahapan tersebut dapat diselesaikan tanpa kendala berarti sehingga tidak menghambat kelanjutan pembangunan.

“Yang pertama tentang pembebasan lahan untuk tahap dua di tujuh persil tanah, ini on process penetapan lokasi. Kita berharap tidak ada kendala ataupun hambatan di tahapan yang akan kita laksanakan,” ujarnya.

Menurut Raju, penyelesaian persoalan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pengerjaan proyek. Karena itu, koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan pihak terkait perlu terus diperkuat agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Namun, di tengah upaya mempercepat pembangunan, Pemko Padang juga menaruh perhatian besar terhadap keberlangsungan pasokan air baku bagi Perumda Air Minum Kota Padang. Aktivitas konstruksi di kawasan hulu berpotensi memengaruhi tingkat kekeruhan air, terutama ketika curah hujan meningkat dan material tanah terbawa aliran menuju sungai.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar pengerjaan fisik tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan terhadap proses pengolahan air maupun distribusi air bersih kepada pelanggan.

Zigo Minta Penanganan Air Baku Diperkuat Jelang Musim Hujan

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan di Sumatera Barat memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Menurutnya, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kemajuan konstruksi, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam mengantisipasi dampak yang mungkin muncul selama proses pengerjaan berlangsung.

“Bahwa semua kita, stakeholder yang ada di Sumatera Barat, mulai dari tingkat kota, provinsi, sampai Balai, dan juga semua mempunyai kepentingan untuk bersepakat bagaimana pengerjaan Flyover Sitinjau Lauik ini bisa berjalan dengan lancar, tepat waktu,” kata Zigo.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sejumlah persoalan harus diselesaikan melalui koordinasi dan pembahasan bersama. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dampak kegiatan pembangunan terhadap penyediaan air baku untuk masyarakat Kota Padang.

“Namun pada kesempatan yang berbahagia ini, ada beberapa persoalan yang mesti harus kita carikan solusi dan kita diskusikan. Salah satunya mengantisipasi terkait dampak penyediaan air baku yang ada di Kota Padang,” ujarnya.

Zigo meminta PT Hutama Karya melakukan penanganan ekstra di kawasan hulu yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan, terutama menjelang musim hujan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan masuknya material tanah ke aliran sungai yang menjadi sumber air baku.

Ia berharap upaya pengendalian dapat dilakukan secara optimal agar tingkat kekeruhan air tidak meningkat terlalu lama. Dengan begitu, proses pengolahan air dapat tetap berjalan dan potensi gangguan pasokan air bersih kepada masyarakat bisa diminimalkan.

Salah satu langkah yang telah dilakukan pihak pelaksana adalah pembangunan pembendungan untuk penyaringan atau sediment trap. Fasilitas tersebut berfungsi membantu menahan material sedimen agar tidak langsung terbawa aliran air menuju bagian sungai yang dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

Selain itu, Zigo mendorong PT Hutama Karya menambah kolam-kolam penampungan di sekitar titik penggalian tanah dan tiang konstruksi. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menampung lumpur serta material hasil pekerjaan sebelum masuk ke badan sungai.

Upaya pengendalian sedimen menjadi semakin penting saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Air hujan yang mengalir melalui area terbuka dan lokasi penggalian dapat membawa tanah dalam jumlah besar sehingga meningkatkan kekeruhan air baku dan menambah beban proses penjernihan.

Karena itu, penanganan di kawasan hulu perlu dilakukan secara konsisten, tidak hanya ketika gangguan terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

HK Diminta Siapkan Dukungan untuk Pengolahan Air

Baca Juga

Parkir Digital Dinilai Efektif Atasi Antrean Truk Solar, Pemko Padang Siapkan Perluasan

Kamis, 22 Okt 2026 | 19:21 WIB

Siswi MTsN 6 Padang Raih Emas Nasional dan Best Campaign KREASI 2026

Rabu, 21 Okt 2026 | 20:12 WIB

Selain pengendalian sedimen di lokasi proyek, perhatian juga diberikan pada langkah antisipasi apabila tingkat kekeruhan air meningkat akibat aktivitas pembangunan.

Zigo menjelaskan, pihak PT Hutama Karya telah menunjukkan progres dalam penanganan dampak tersebut. Ke depan, pelaksana proyek juga didorong memperkuat langkah mitigasi, termasuk menyiapkan dukungan tambahan bagi Perumda Air Minum Kota Padang apabila terjadi peningkatan kekeruhan yang berdampak terhadap proses pengolahan air.

Ia menyebutkan, apabila tingkat kekeruhan yang diukur melalui satuan Nephelometric Turbidity Unit (NTU) meningkat akibat pengerjaan fisik, pihak HK berkomitmen memberikan bantuan tambahan berupa subsidi bahan kimia untuk penjernihan air serta penyediaan alat gantry untuk mendukung proses pembersihan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu Perumda Air Minum menghadapi tambahan beban pengolahan ketika kualitas air baku mengalami perubahan akibat kegiatan konstruksi.

Meski demikian, langkah pencegahan di sumber persoalan tetap menjadi perhatian utama. Pengendalian lumpur dan sedimen sebelum memasuki sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan terhadap kualitas air baku sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.

Koordinasi antara PT Hutama Karya, Pemko Padang, dan pemangku kepentingan terkait pun perlu terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif, terutama ketika memasuki periode dengan curah hujan tinggi.

Melalui peninjauan tersebut, percepatan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan teknis dan lingkungan yang muncul di lapangan. Pembebasan lahan yang terus diproses, pengendalian sedimen, serta kesiapan dukungan bagi pengolahan air menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelancaran proyek sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

Pemerintah Kota Padang berharap koordinasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur tersebut berjalan sesuai target, sementara kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi perhatian selama seluruh tahapan pekerjaan berlangsung.

Tags: Diskominfo PadangPemko Padang

Berita Lainnya

Parkir Digital Dinilai Efektif Atasi Antrean Truk Solar, Pemko Padang Siapkan Perluasan

Kamis, 22 Okt 2026 | 19:21 WIB

Siswi MTsN 6 Padang Raih Emas Nasional dan Best Campaign KREASI 2026

Rabu, 21 Okt 2026 | 20:12 WIB

Disdikbud Padang Bekali 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah

Rabu, 21 Okt 2026 | 20:10 WIB

Pemko Padang Benahi Basement Pasar Raya, 300 Pedagang Bakal Ditampung di Blok 3

Rabu, 21 Okt 2026 | 20:07 WIB
Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara