Kota Solok, Klikpositif – Kemenag Kota Solok meluncurkan Program Madrasah Ramah Anak (MRA), Selasa (9/12/2025) di MIN Kota Solok. Deklarasi ini merupakan kedua di Kota Solok setelah sebelumnya diterapkan di MTsN Kota Solok.
Program tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kemenag bersama pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Plt. Kepala Kemenag Kota Solok, H. Amril, menegaskan, Madrasah Ramah Anak (MRA) bukan hanya sekedar slogan, melainkan amanat konstitusi dan nilai ajaran agama yang harus diterapkan.
“Konsep Madrasah Ramah Anak bukan sekadar slogan, tetapi wujud amanat konstitusi dan ajaran agama yang menekankan pentingnya perlindungan serta pemenuhan hak anak,” ujar H. Amril.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Solok, Milda Murniati, beserta staf. Kehadiran Dinsos P3A sebagai bentuk penguatan kemitraan lintas sektor untuk mewujudkan perlindungan anak.
H. Amril menekankan bahwa penciptaan lingkungan ramah anak merupakan tanggung jawab bersama. Dalam konteks MRA, guru menjadi garda terdepan pelaksanaan kebijakan.
“Kerja sama Kemenag dan Dinsos P3A adalah kemitraan strategis. Lingkungan ramah anak bukan hanya tugas madrasah atau Kemenag, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar guru menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Guru dituntut untu tidak hanya sekedar menjadi sosok yang hanya mengajar ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak, kasih sayang, dan menjadi tempat berlindung yang aman bagi mereka.
Madrasah Ramah Anak merupakan satuan pendidikan yang aman, bersih, sehat, inklusif, nyaman, serta peduli lingkungan. Program ini menjamin pemenuhan hak anak, sekaligus memberikan perlindungan dari kekerasan, bullying, dan diskriminasi.
Implementasi MRA meliputi Penghapusan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, Penyediaan sarana prasarana pendukung tumbuh kembang anak dan Pelibatan anak dalam pengambilan keputusan di madrasah serta Penciptaan iklim pembelajaran yang berempati, inklusif, dan bebas diskriminasi.







