Kota Solok, Klikpositif – Ketertarikan generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian memang masih sangat minim. Kondisi ini mengancam regenerasi petani di Kota Solok. Sektor pertanian Kota Solok sangat membutuhkan regenerasi petani.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi Dinas Pertanian Kota Solok, Sumatra Barat. Sejak tahun 2024, Dinas Pertanian melakukan program pembinaan petani muda. Pemuda diberikan pembinaan untuk bisa berinovasi dalam sektor pertanian.
“Untuk menumbuhkan calon petani baru, kita rangkul pemuda Kota Solok dengan rentang umur 25 sampai 39 tahun, dan diberikan penyuluhan dan pembinaan, dengan tiap wilayah binaan sebanyak 2 orang,” ujar ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli, Senin (20/1/2025).
Ke depannya, kata Zulkifli, calon petani milenial ini akan menjadi “Petani Milenial Asuhβ dan selalu dibimbing oleh penyuluh setempat dengan arahan Dinas Pertanian Kota Solok.
“Peran petani milenial menjadi pelopor dalam mengembangkan pertanian modern di daerah, dan itu sangat penting, khususnya dalam mempraktekkan, sekaligus mentransfer cara pertanian modern,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kapabilitas petani milenial melalui pengembangan komoditi unggulan menjadi suatu produk turunan, dan penggunaan teknologi, Pemko Solok telah melakukan beberapa kali pelatihan
Dikatakannya, petani milenial juga harus memaksimalkan lahan yang ada dan mampu menghasilkan produk turunan serta menginspirasi petani Kota Solok lebih berkreasi dan inovatif.
βAnak muda biasanya mempunyai banyak gagasan yang inovatif. Untuk itu jadilah petani yang tampil berbeda dengan keunggulan yang dimiliki. Usaha pertanian merupakan usaha yang luar biasa jika dikelola dengan baik karena setiap orang membutuhkan produk pertanian,β jelas Zulkifli.







