Jumat, 14 Agu 2026 - 23:09 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Ekonom Unand Sebut Tekanan PHK Tetap Perlu Diwaspadai

Fitria Marlina
Jumat, 14 Agu 2026 | 17:28 WIB
Share on FacebookShare on Twitter
promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF — Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 yang turun menjadi 4,65 persen menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan nasional. Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tekanan pemutusan hubungan kerja (PHK) telah mereda.

TPT dan PHK pada dasarnya mengukur dua hal yang berbeda. PHK menggambarkan arus pekerja yang kehilangan pekerjaan, sedangkan TPT menunjukkan kondisi pengangguran pada saat survei dilakukan.

“Pekerja yang terkena PHK tidak selalu bertahan dalam status pengangguran. Sebagian dapat segera memperoleh pekerjaan baru, membuka usaha, bekerja di sektor informal, menerima pekerjaan paruh waktu, atau bahkan keluar dari angkatan kerja. Karena itu, peningkatan jumlah PHK tidak otomatis menyebabkan TPT naik dalam proporsi yang sama,” katanya di Padang.

Baca Juga

Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Pengamat Sebut Sinyal Positif Pasar Kerja Tetap Perlu Dicermati

Jumat, 14 Agu 2026 | 07:16 WIB

Sektor Keuangan Sumbar Tetap Kokoh, OJK: Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berlanjut pada Triwulan II-2026

Sabtu, 8 Agu 2026 | 08:33 WIB

Data Kementerian Ketenagakerjaan yang mencatat puluhan ribu pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Mei 2026 menunjukkan tekanan terhadap sejumlah sektor ekonomi masih terjadi. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026 mencatat sebanyak 147,67 juta orang bekerja dengan TPT sebesar 4,68 persen.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja dapat mengalami dinamika berbeda pada waktu yang sama. Ketika sejumlah sektor mengurangi jumlah pekerja, sektor lainnya masih dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga jumlah pengangguran secara keseluruhan tetap terkendali.

Namun, persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya jumlah pekerjaan yang tersedia, melainkan juga kualitas pekerjaan yang tercipta.

“Pekerja formal yang kehilangan pekerjaan akibat PHK dapat kembali masuk ke pasar kerja melalui pekerjaan informal dengan pendapatan lebih rendah, jam kerja yang tidak penuh, produktivitas lebih rendah, serta perlindungan sosial yang lebih terbatas,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, pekerja tetap dikategorikan sebagai orang yang bekerja dalam statistik ketenagakerjaan sehingga TPT dapat menurun. Namun, penurunan angka pengangguran tersebut belum tentu mencerminkan perbaikan kesejahteraan pekerja.

“Karena itu, TPT sebesar 4,65 persen sebaiknya dipandang sebagai indikator bahwa perekonomian nasional masih memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, pemerintah perlu melihat lebih jauh apakah pekerjaan baru yang tercipta mampu menggantikan bukan hanya jumlah, tetapi juga kualitas pekerjaan formal yang hilang akibat PHK,” jelasnya.

Dengan demikian, perkembangan TPT perlu dibaca bersama indikator ketenagakerjaan lainnya, seperti jumlah PHK, pekerja informal, jam kerja, tingkat pendapatan, produktivitas, serta akses terhadap perlindungan sosial. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pasar kerja Indonesia pada 2026.

Tags: BisnisEkonomiPhk

Berita Lainnya

Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA

TPT Mei 2026 Turun Jadi 4,65 Persen, Pengamat Sebut Sinyal Positif Pasar Kerja Tetap Perlu Dicermati

Jumat, 14 Agu 2026 | 07:16 WIB

Sektor Keuangan Sumbar Tetap Kokoh, OJK: Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berlanjut pada Triwulan II-2026

Sabtu, 8 Agu 2026 | 08:33 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Belum Punya Daya Serap Tenaga Kerja yang Cukup Kuat

Sabtu, 8 Agu 2026 | 05:36 WIB

Fenomena ‘Makan Utang’ Gambarkan Rumah Tangga yang Bertahan Melalui Pinjaman

Jumat, 7 Agu 2026 | 19:12 WIB
Selanjutnya

Sekarang, Berobat ke Melaka Malaysia Bisa Mendaftar ke UFDK Bukittinggi

Tinggalkan komentar
Ucapan Kapolres Pasaman
promo fuso padang - iklan suka fajar
kadis esdm
Classy FM
IKlan Klikpositif Agustus 2026 1_1.jpg
Iklan Pln Klikpositif

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara