Kamis, 06 Agu 2026 - 08:56 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Studi Sebut Kanker Paru Tak Hanya Disebabkan oleh Rokok

Fitria Marlina
Jumat, 10 Jul 2026 | 08:27 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di dunia, dengan estimasi 2,4 juta kasus baru pada tahun 2022, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski merokok dikenal sebagai faktor utama penyebab kanker paru, para ahli menegaskan penyakit ini juga bisa menyerang individu yang tidak merokok β€” mengindikasikan adanya faktor risiko lain yang turut berperan.

Baca Juga

Empat Rekomendasi Buah Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan Anda

Kamis, 6 Agu 2026 | 08:45 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Nenas untuk Kesehatan Kulit Anda

Kamis, 6 Agu 2026 | 07:00 WIB

β€œKarena merokok merupakan faktor risiko yang sangat kuat untuk kanker paru, penyesuaian yang dilakukan secara kasar masih menyisakan kemungkinan besar adanya residual confounding,” ujar Dr. Fang Fang Zhang, Ketua Divisi Epidemiologi Gizi dan Ilmu Data di Friedman School of Nutrition Science and Policy, Tufts University.

Zhang menekankan pentingnya mempertimbangkan secara lebih spesifik intensitas (seperti jumlah batang per hari), durasi (berapa lama seseorang merokok), dan paparan kumulatif (seperti pack-years) dalam analisis.

Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses dan risiko kanker paru justru lebih kuat pada kelompok yang tidak pernah merokok. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pola makan, khususnya asupan makanan ultra-proses, dapat menjadi faktor risiko independen terhadap kanker paru β€” terlepas dari kebiasaan merokok.

Tags: HealthKanker Paru

Berita Lainnya

Empat Rekomendasi Buah Kaya Serat yang Baik untuk Kesehatan Anda

Kamis, 6 Agu 2026 | 08:45 WIB

Ini Manfaat Konsumsi Nenas untuk Kesehatan Kulit Anda

Kamis, 6 Agu 2026 | 07:00 WIB

Seberapa Besar Pengaruh Lemon dan Bawang Putih Turunkan Kolesterol?

Kamis, 6 Agu 2026 | 06:20 WIB

Menilik Pola Makan Berbasis Nabati dan Nutrisi Sebelum Olahraga

Kamis, 6 Agu 2026 | 05:49 WIB
Selanjutnya
Tersangka saat diamankan Polres Bukittinggi

Delapan Bulan Buron, Pencuri Uang Rp150 Juta di Toko Plastik Bukittinggi Akhirnya Dibekuk Polisi

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara