Kota Solok, Klikpositif – 20 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Solok. Satu tahun sudah kepemimpinan Dr. Ramadhani Kirana Putra dan Suryadi Nurdal dalam memimpin Kota Beras. Perlahan tapi pasti, Kota Solok terus bergerak menuju Kota Madani, selaras dengan visi daerah.
Visi ini menegaskan arah pembangunan Kot Solok yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai religius, tata kelola pemerintahan yang baik, kesejahteraan sosial, serta peningkatan daya saing masyarakat.
Tahun pertama kepemimpinan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mempersempit ruang fiskal daerah. Di sisi lain, beban tunda bayar Tahun Anggaran 2024 menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab.
Kendati demikian, Dhani-Suryadi tetap mantap meletakkan fondasi transformasi mulai diletakkan. Prioritas pembangunan difokuskan pada pelayanan dasar, penguatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang kesehatan, komitmen menghadirkan layanan merata dan berkelanjutan diwujudkan melalui perluasan Universal Health Coverage. Hingga Desember 2025, sebanyak16.916 jiwa dibiayai oleh Pemerintah Kota Solok, dengan cakupan UHC mencapai 98,7 persen dan tingkat keaktifan kepesertaan sebesar 91,72 persen.
“Alhamdulillah, atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Solok menerima Penghargaan UHC Award kategori Madya sebagai bentuk pengakuan atas komitmen menghadirkan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ungkap Wako Ramadhani, Sabtu (21/2/2026).
Perlindungan sosial juga diperkuat melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, untuk 2.260 pekerja rentan (buruh bangunan, tukang ojek, pekerja informal) yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Pemerintah Kota Solok juga menyediakan program pembayaran rekening air PDAM gratis untuk seluruh masjid dan mushalla. Untuk menjamin akses pendidikan yang setara, Pemerintah Kota Solok menghadirkan memberikan seragam dan perlengkapan Sekolah Gratis bagi peserta didik SMP kurang mampu.
“Pengadaan seragam dan perlengkapan sekolah melibatkan pedagang serta pelaku UMKM Kota Solok, sehingga program ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” imbuh Dhani.
Pemerintah Kota Solok tetap konsisten dalam melanjutkan program beasiswa Timur Tengah. Tahun 2025, sebanyak 16 mahasiswa menerima dukungan pendidikan. Pemerintah Kota Solok juga memberikan bantuan keberangkatan bagi 11 mahasiswa jalur mandiri.
Selain itu, kerjasama pendidikan diperluas melalui beasiswa bersama Batam Tourism Polytechnic bagi dua mahasiswa. Komitmen membuka akses pendidikan global semakin diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman beasiswa ke kawasan Eropa dan Asia bersama PTSTEP International Services.
Di sektor ekonomi dan pariwisata, pengembangan potensi lokal terus diakselerasi, salah satu langkah strategis diwujudkan melalui penataan dan pengembangan kawasan sport tourism Puncak Garunun Bidadari Payo sebagai destinasi unggulan berbasis alam.
Kawasan ini dikembangkan tidak hanya sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Peningkatan kunjungan wisata diharapkan membuka peluang usaha baru, memperkuat peran UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Penguatan pariwisata berbasis alam dan olahraga ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi daerah, sekaligus menegaskan posisi Kota Solok sebagai kota yang berdaya saing, adaptif, dan berkarakter.
Wako mengharapkan dukungan seluruh pihak dan masyarakat Kota Solok dalam membangun daerah. Banyak visi yang ingin dicapai untuk Kota Solok yang lebih tangguh, sejahtera dan dan bersama saing.






