Rabu, 10 Jun 2026 - 10:01 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Sarapan Pagi Dinilai Penting untuk Kesehatan, Ini Manfaatnya Menurut Para Ahli

Fitria Marlina
Rabu, 10 Jun 2026 | 05:57 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kebiasaan sarapan pagi kembali menjadi sorotan para ahli gizi yang menilai bahwa makan di awal hari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain membantu meningkatkan konsentrasi dan kinerja, sarapan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi, berat badan, hingga kesehatan jantung.

Ahli diet terdaftar Jessica Crandall menyatakan bahwa pemahaman masyarakat tentang nutrisi sering kali masih terbatas. Menurutnya, kebutuhan tubuh tidak hanya didasarkan pada kebiasaan makan, tetapi juga pada hasil penelitian ilmiah yang luas.

Para ahli menyarankan agar sarapan mengandung kombinasi karbohidrat dan protein. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh dan otak, sementara protein membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta mendukung metabolisme. Menu sederhana seperti sereal gandum utuh, susu rendah lemak, buah segar, hingga kacang-kacangan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Baca Juga

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan, Pakar Imbau Masyarakat Perhatikan Kualitas Istirahat

Rabu, 10 Jun 2026 | 08:50 WIB

Jenis Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol Jahat

Rabu, 10 Jun 2026 | 08:16 WIB

Dalam konteks aktivitas fisik, pelatih kebugaran Sabrena Jo menjelaskan bahwa konsumsi makanan ringan sebelum olahraga pagi dapat membantu meningkatkan performa dan mencegah kelelahan. Namun, ia mengingatkan agar porsi tetap ringan karena pencernaan melambat saat tubuh berolahraga. Sarapan lengkap justru lebih dianjurkan setelah sesi latihan selesai.

Dari sisi pengendalian berat badan, sarapan juga memiliki peran penting. Melewatkan sarapan dapat memicu rasa lapar berlebihan yang sering kali berujung pada konsumsi makanan tidak sehat di kemudian hari. Meski beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda, sebagian besar bukti ilmiah mengaitkan kebiasaan tidak sarapan dengan peningkatan risiko kelebihan berat badan.

Tren diet seperti intermittent fasting, yang mendorong pembatasan waktu makan, turut menjadi salah satu alasan meningkatnya jumlah orang yang melewatkan sarapan. Namun, para ahli menilai bahwa manfaat jangka panjang dari pola tersebut masih belum cukup kuat secara ilmiah dibandingkan dengan manfaat sarapan sehat yang telah banyak diteliti.

Selain itu, sarapan juga berperan dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini penting tidak hanya bagi penderita Diabetes, tetapi juga bagi individu sehat untuk mencegah resistensi insulin. Fluktuasi gula darah dapat memengaruhi suasana hati dan tingkat energi sepanjang hari.

Menurut Osama Hamdy, melewatkan sarapan bagi penderita diabetes dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah rendah, yang berbahaya dan dapat menimbulkan gejala seperti lemas, cemas, hingga gangguan irama jantung.

Tak hanya itu, sarapan juga dikaitkan dengan kesehatan jantung. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu yang rutin melewatkan sarapan memiliki risiko lebih tinggi mengalami Atherosclerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan sarapan bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan. Gaya hidup secara keseluruhan, termasuk kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta aktivitas fisik, juga berperan besar.

Dokter bedah jantung Iva Smolens menilai bahwa perubahan gaya hidup modern yang serba cepat turut memengaruhi kebiasaan makan masyarakat. Banyak orang melewatkan sarapan karena kesibukan, yang kemudian diikuti dengan pola makan tidak sehat sepanjang hari.

Dengan berbagai temuan tersebut, para ahli sepakat bahwa sarapan sehat tetap menjadi bagian penting dari pola hidup seimbang. Lebih dari sekadar mengenyangkan, sarapan berperan dalam menjaga fungsi tubuh secara menyeluruh, mulai dari metabolisme hingga kesehatan jangka panjang.

Tags: Health

Berita Lainnya

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Gangguan Kesehatan, Pakar Imbau Masyarakat Perhatikan Kualitas Istirahat

Rabu, 10 Jun 2026 | 08:50 WIB

Jenis Makanan yang Membantu Menurunkan Kolesterol Jahat

Rabu, 10 Jun 2026 | 08:16 WIB

Enam Cara Efektif Mengajak Anak Mengonsumsi Makanan Sehat

Rabu, 10 Jun 2026 | 07:09 WIB

Yuk Ketahui Berbagai Jenis Gangguan Mental yang Ada di Sekitar Kita

Rabu, 10 Jun 2026 | 06:33 WIB
Selanjutnya

Yuk Ketahui Berbagai Jenis Gangguan Mental yang Ada di Sekitar Kita

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara