KLIKPOSITIF – Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat untuk memperhatikan pola makan sebagai salah satu langkah efektif dalam mengendalikan kadar kolesterol. Mengonsumsi makanan tertentu secara rutin diketahui dapat membantu menurunkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang berperan dalam pembentukan plak pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Menurut para pakar gizi, berbagai jenis makanan memiliki cara kerja yang berbeda dalam membantu menurunkan kolesterol. Beberapa mengandung serat larut yang membantu mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan, sementara yang lain mengandung lemak tak jenuh, sterol, dan stanol tumbuhan yang dapat menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh.
Salah satu makanan yang direkomendasikan adalah gandum utuh atau oatmeal. Konsumsi oatmeal saat sarapan dapat memberikan serat larut yang membantu menurunkan kadar LDL. Menambahkan buah-buahan seperti pisang atau stroberi juga dapat meningkatkan asupan serat harian.
Selain oatmeal, jelai (barley) dan biji-bijian utuh lainnya juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kandungan serat larut dalam makanan tersebut berperan dalam mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Kacang-kacangan menjadi pilihan berikutnya karena kaya akan serat larut dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Beragam jenis kacang seperti kacang merah, lentil, kacang arab, dan kacang polong dapat diolah menjadi berbagai menu sehat.
Sayuran rendah kalori seperti terong dan okra juga termasuk dalam daftar makanan yang direkomendasikan. Keduanya merupakan sumber serat larut yang baik untuk membantu mengontrol kadar kolesterol.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan seperti almond, kenari, dan kacang tanah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Konsumsi sekitar dua ons kacang setiap hari diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat secara bertahap.
Para ahli juga menyarankan penggunaan minyak nabati cair, seperti minyak kanola, bunga matahari, dan safflower, sebagai pengganti mentega atau lemak hewani dalam proses memasak. Langkah ini dinilai efektif dalam membantu menurunkan kadar LDL.
Buah-buahan seperti apel, anggur, stroberi, dan buah jeruk juga dianjurkan karena mengandung pektin, yaitu jenis serat larut yang berperan dalam menurunkan kolesterol.
Sementara itu, sejumlah produk pangan yang diperkaya dengan sterol dan stanol tumbuhan semakin banyak tersedia di pasaran. Zat yang berasal dari tanaman ini diketahui mampu menghambat penyerapan kolesterol dalam tubuh. Konsumsi sekitar dua gram sterol atau stanol per hari dilaporkan dapat menurunkan kadar LDL hingga sekitar 10 persen.
Produk berbahan dasar kedelai, seperti tahu dan susu kedelai, juga memiliki manfaat dalam membantu menurunkan kolesterol. Meski efeknya tidak terlalu besar, konsumsi protein kedelai secara rutin tetap dianggap berkontribusi positif terhadap kesehatan jantung.
Ikan berlemak, seperti salmon, tuna, dan makarel, turut direkomendasikan untuk dikonsumsi dua hingga tiga kali dalam seminggu. Kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan melindungi jantung dari gangguan irama jantung.
Selain dari makanan alami, suplemen serat juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan asupan serat larut. Salah satu yang paling umum digunakan adalah psyllium, yang tersedia dalam berbagai produk suplemen dan diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jika dikonsumsi sesuai anjuran.
Para pakar menegaskan bahwa penerapan pola makan sehat yang disertai aktivitas fisik teratur dan gaya hidup seimbang merupakan langkah penting dalam menjaga kadar kolesterol tetap terkendali serta mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.






