KLIKPOSITIF — Perca kain songket yang biasanya jadi limbah produksi kini disulap jadi tas kerja, dompet, pouch, hingga tas ponsel oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sigek Art di Desa Silungkang Duo, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.
Usaha yang dirintis sejak 2018 dan resmi jadi kelompok usaha bersama pada 2021 ini kini didampingi tim Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang (PKM-MUB) Universitas Andalas untuk memperkuat pemasaran digitalnya.
Sigek Art bukan pemain baru.
Produk mereka sudah dipesan Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Rumah BUMN Padang, Rumah BUMN Muara Enim, sampai MIND ID Jakarta, dengan produksi sekitar 300 unit dan omzet rata-rata Rp6 juta per bulan. Kiprahnya bahkan pernah tayang di SCTV dan TVRI lewat program Inspirasi Indonesia.
Masalahnya, kata tim PKM-MUB, penjualan Sigek Art masih terlalu bergantung pada pesanan instansi dan relasi pribadi. Identitas merek di media sosial pun belum tergarap serius sesuatu yang sebenarnya krusial di tengah persaingan produk kreatif berbasis budaya yang makin ramai.
Program yang digagas Revi Marta, S.Sos., M.I.Kom. (koordinator), bersama Ilham Havifi, M.I.Kom. dan Dr. Elvina Primayesi, S.E., M.Si. ini menyasar persoalan itu langsung.
Selain melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian, tim membekali anggota Sigek Art dengan keterampilan mengelola media sosial usaha, memotret produk, dan menyusun konten promosi yang mengangkat cerita budaya songket sebagai nilai jual bukan sekadar tampilan tas.
Untuk mendukung itu, tim juga menghadirkan alat bantu sederhana: mini photo studio berlampu LED agar foto produk lebih tajam, mesin heat press label untuk penguatan identitas merek, serta aplikasi desain grafis yang memudahkan pembuatan konten promosi meski tanpa latar belakang desain.
Sawahlunto, yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO untuk kawasan tambangnya, punya kepentingan ganda dalam mendorong usaha seperti Sigek Art: menjaga warisan budaya sekaligus menghidupkan ekonomi warga. Lewat pendampingan PKM-MUB Unand, songket Silungkang diharapkan bisa keluar dari pasar yang selama ini terbatas dan menjangkau konsumen yang lebih luas.













