KLIKPOSITIF – Pertama dari Ranah Minang, Satu ton rendang sikirim dan sampai di Sumatera Utara dan Aceh. Lembaga Baitul Maal Merapi Berbabi (BM3) bersama tiga pesantren besar yakni pesantren Prof. Hamka di Maninjau Kabupaten Agam, Perguruan Diniyah Putri Padang Panjang dan MTI Canduang Kabupaten Agam yang mengirim bantuan.
Meski Sumatera Barat sendiri juga dilanda bencana, namun rasa peduli kepada saudara setanah air tak menghalangi lembaga dan pihak pesantren ini untuk memberikan bantuan kepada para korban. Bahkan, rendang untuk korban bencana di beberapa lokais bencana di Sumbar pun sudah terealisasi.
Menurut M. Sigap, relawan BM3 kepada KLIKPOSITIF, dalam prosesnya, masing-masing pesantren memiliki keunikan dalam menyiapkan satu ton rendang ini.
Misalnya, pesantren Prof. Hamka yang terisolir akibat longsor tetap bisa berpartisipasi dengan melibatkan masyarakat setempat dan para santri untuk memasak. Pesantren Prof Hamka membeli dua ekor sapi dengan berat lebih dari satu ton.
Lanjut, perguruan Diniyah Putri Padang Panjang lebih unik lagi, mereka membuat rendang resep asli dari pahlawan Nasional pendiri Diniyah Putri yaitu alm. Bunda Rahma El Yunusiyyah. Resep rendang yang tetap terpelihara empat generasi. Dalam memasak rendang Diniyah Putri melibatkan puluhan santriwati dan bundo kanduang yang diundang khusus oleh Diniyah Putri.
MTI Canduang juga tak kalah unik, sebagai pesantren yang tertua di Sumatera Barat, keberadaannya sudah sangat membumi dengan masyarakat nagari Canduang, sehingga dalam memasak rendang MTI Canduang melibatkan lima majelis taklim binaannya.
Menurut M. Sigap, satu ton rendang diberangkat pada Selasa (16/12) kemarin. Sampai di Sumatera Utara tanggal 17 Desember dan sampai di Aceh Tamiang tanggal 18 Desember.
“Alhamdulillah satu ton rendang sudah didistribusi kan pada pengungsi di Aceh Tamiang dan Sumut. InshaAllah ini gerakan pengiriman rendang pertama yang mencapai Aceh dan Sumut yang dimasak di Ranah Minang,” ujar M. Sigap.
Selain itu, rendang juga didistribusikan di daerah bencana di Sumatera Barat yaitu di Palupuah dan Malalak, Agam. **






