PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat pelaksanaan Program Smart Surau sebagai salah satu upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemko Padang telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah yang mencakup penyediaan fasilitas teknologi, pengembangan ruang pembelajaran digital, hingga pemberian insentif bagi tenaga pengajar keagamaan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat memimpin Rapat Penyelenggaraan Smart Surau di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (2/11/2026). Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang Tommy TRD, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Zul Asfi Lubis, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Dinas PUPR, serta pengurus masjid agung, masjid besar, dan masjid jami se-Kota Padang.
Dalam arahannya, Maigus Nasir menyampaikan bahwa Program Smart Surau tidak sekadar menghadirkan pemanfaatan teknologi di lingkungan masjid dan musala, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan agama dan pembinaan karakter generasi muda.
Menurutnya, masjid dan musala harus kembali dioptimalkan sebagai pusat aktivitas keagamaan, pendidikan, serta pembentukan kepribadian anak-anak dan remaja. Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan generasi muda memiliki ruang positif untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri dengan nilai-nilai keislaman.
Maigus menilai penguatan fungsi masjid menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Pengaruh lingkungan, penyalahgunaan narkoba, hingga kenakalan remaja menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga keluarga, masyarakat, serta pengurus rumah ibadah.
“Smart Surau merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Padang untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Kita ingin anak-anak tumbuh dengan karakter yang baik, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman agama yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keseriusan Pemko Padang dalam menyukseskan program tersebut juga dibuktikan melalui dukungan anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah. Anggaran itu diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penunjang, sehingga pelaksanaan Smart Surau dapat berjalan secara optimal dan menjangkau masjid serta musala di seluruh wilayah Kota Padang.
“Kita telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk mendukung pelaksanaan program Smart Surau, mulai dari penyediaan perangkat face recognition pengganti absensi barcode, pembayaran insentif guru program MDTW/TQA, pembuatan ruang digital, hingga pemberian reward Smart Surau,” ungkap Maigus.
Selain dukungan pemerintah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pengurus masjid dan musala. Menurutnya, keberadaan fasilitas dan perangkat teknologi yang disediakan pemerintah tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak diiringi dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik di tingkat rumah ibadah.
Karena itu, Maigus mengajak seluruh pengurus masjid dan musala untuk mengambil peran dalam menyukseskan program tersebut. Sinergi antara pemerintah dan pengurus masjid dinilai menjadi faktor penting agar Smart Surau benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda.
“Kami mengajak seluruh pengurus masjid dan musala di Kota Padang untuk bersama-sama menyukseskan program ini. Dukungan pengurus sangat penting agar berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang, Tommy TRD, menyampaikan bahwa Pemko Padang telah menerima sebanyak 1.540 unit perangkat face recognition yang akan didistribusikan ke masjid dan musala pelaksana Smart Surau.
Perangkat tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Subuh Mubarakah, terutama dalam meningkatkan efektivitas pencatatan kehadiran peserta kegiatan. Penggunaan teknologi pengenalan wajah ini juga menjadi bagian dari pengembangan sistem digital dalam tata kelola pelaksanaan Smart Surau.
Tommy menjelaskan, sebelum didistribusikan, seluruh perangkat saat ini masih menjalani tahapan sinkronisasi data dan registrasi aset. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan perangkat tercatat dengan baik serta siap digunakan ketika diserahkan kepada masing-masing masjid dan musala penerima.
“Saat ini perangkat tersebut tengah menjalani proses sinkronisasi data dan registrasi aset. Pendistribusian ditargetkan mulai berlangsung pada minggu kedua atau ketiga November 2026 sehingga perangkat dapat segera digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan Subuh Mubarakah dalam Smart Surau,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendistribusian 1.540 perangkat tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pihak kecamatan dan kelurahan. Pola distribusi berdasarkan wilayah kelurahan dipilih agar proses penyaluran berjalan tertib, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Koordinasi dengan perangkat kewilayahan juga diharapkan dapat memudahkan proses penyerahan sekaligus memastikan masjid dan musala yang menjadi sasaran program memperoleh dukungan fasilitas sesuai kebutuhan pelaksanaan Smart Surau.
Dalam rapat tersebut, Pemko Padang juga membahas standarisasi desain ruang pembelajaran digital masjid yang akan diterapkan di seluruh wilayah kota. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pembelajaran yang lebih terarah, representatif, dan memiliki standar yang sama.
Ruang pembelajaran digital tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung kegiatan pendidikan keagamaan dengan memadukan metode pembelajaran konvensional dan pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai ruang edukasi yang mampu menjawab kebutuhan generasi muda di era digital.
Melalui berbagai dukungan tersebut, Pemko Padang berharap pelaksanaan Smart Surau semakin terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus diarahkan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai tantangan sosial.
Ke depan, keberhasilan Smart Surau tidak hanya diukur dari tersedianya perangkat teknologi maupun fasilitas pembelajaran, tetapi juga dari meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan serta terbentuknya lingkungan masjid yang aktif dalam membina karakter dan akhlak generasi penerus Kota Padang.














