KLIKPOSITIF – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa semua lokasi terdampak bencana di Sumatera akan ditangani.
Menurutnya, tidak ada titik yang akan terlewatkan. Namun, dia meminta masyarakat bersabar karena butuh waktu untuk penangannya.
βMohon bersabar ya. kita sungai-sungai sudah disentuh, jalan sudah disentuh, jembatan saya kira juga sudah banyak yang cukup sudah selesai,β ujar Tito saat kunjungan kerja ke Pidie Jaya, Aceh, Rabu (4/11/2026).
Menurut Tito, saat ini tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di tenda. βEnggak tahu kalau sudah banjir ini lagi. Tenda sudah ada di huntara atau diberikan dana tunggu hunian,β kata Tito.
Dia kembali mengemukakan, tenggat waktu penanganan bencana Sumatera adalah tiga tahun, yaitu dari 2026 hingga 2028.
βEnggak mungkin bisa diselesaikan waktu setahun, enggak bisa. Ini target adalah tiga tahun. Jadi bertahap, dengan skala prioritas. Jadi, mohon bersabar kalau nanti ada yang kurang-kurang. Karena nanti juga akan tersentuh daerah demikian,β jelasnya.
Tito mengatakan, kalau ada yang belum tersentuh, bisa langsung disampaikan kepada bupati, kepala desa, camat, bupati untuk direkap.
Tito mempersilakan kabupaten, kota yang bisa menangani dengan anggaran tambahan, untuk langsung mengerjakannya.
βYang bisa dikerjakan oleh provinsi dengan anggaran yang ditambah oleh Bapak Presiden, silakan kerjakan. Yang enggak mampu ditangani oleh daerah, lempar kepada saya untuk bisa saya koordinasikan di tingkat pusat. Yang jelas, kita tidak akan meninggalkan bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara kita yang terkena dampak dari bencana November lalu ataupun yang bencana susulan, semua kita perhatikan,β papar Tito.
Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 100,1 triliun untuk jangka waktu tiga tahun bagi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Sumatera itu.
Rincian alokasinya adalah Rp 38,9 triliun untuk tahun 2026, Rp 32,9 triliun pada 2027, dan Rp 28,2 triliun pada 2028.
Namun tahun ini, anggaran yang disiapkan tidak sepenuhnya terserap. Ada Rp 9 triliun yang tidak akan terserap.
Anggaran yang tidak terserap itu akan dialihkan ke tahun depan. Dengan demikian, pada tahun 2027 ada Rp 41,9 triliun dana yang dialokasikan.














