Kota Solok, Klikpositif – Seekor ular piton berukuran 5,5 meter lebih dievakuasi dari kawasan perladangan warga di Ulu Aie, Banda Panduang, Kota Solok. Ular yang diperkirakan berbobot lebih dari 100 kilogram saat penangkapan itu, kini diserahkan ke pihak Damkar Kota Solok.
Pantauan Klikpositif, ular dengan nama latin Python Reticulatus dibawa menggunakan mobil damkar. Agar tidak agresif, mata ular ditutup menggunakan kin bekas. Butuh tujuh orang untuk memindahkan ular ke kandang penampungan sementara.
Awalnya, ular dengan corak belang itu sempat mengagetkan warga yang tengah berladang pada akhir Desember 2022 lalu. Karena takut, warga hampir membunuh ular tersebut, beruntung hal itu diketahui pecinta reptil di Kota Solok, Fathur.
Bersama seorang rekannya, mahasiswa Universitas Jambi itu berupaya menangkap ular yang hendak kabur.
Tidak mudah untuk menaklukkan ular dengan panjang lebih dari lima meter. Walaupun sudah berpengalaman, Fathur sempat kewalahan. Warga sekitar yang takut, hanya bisa menyaksikan dari jauh. Dengan keahliannya, Fathur bisa menjinakkan ular tersebut.
“Usai kita tangkap, kita evakuasi ke rumah. Kemungkinan, ular ini baru siap memangsa babi. Pas evakuasi, beratnya sekitar 130 kilogram,” ungkap Fathur saat menyerahkan ular ke Damkar Kota Solok, Kamis (26/1/2023).
Setelah lebih kurang 25 hari masa rescue, Fathur kemudian berinisiatif menyerahkan ular itu ke pihak Damkar Kota Solok. Beberapa petugas damkar diturunkan untuk mengevakuasi ular dari kediaman Fathur.
“Kami dapat laporan dari orang tua Fathur terkait keberadaan ular. Setelah itu kita kerahkan 8 personel untuk mengevakuasi. Petugas sempat membawa karung, tapi ternyata tidak muat,” terang Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkar Kota Solok, Baswandi.
Ular itu akhirnya dievakuasi dengan mobil damkar dengan cara dipegangi oleh petugas. Sementara waktu, ular sanca itu ditempatkan di kandang penampungan sementara. Pihak Damkar juga sudah berkoordinasi dengan BKSDA terkait tindak lanjut penanganan ular.







