KLIKPOSITIF – Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal atau prodrome migrain sebagai langkah penting dalam mengantisipasi serangan sakit kepala yang lebih berat. Gejala awal ini dapat muncul beberapa jam hingga beberapa hari sebelum migrain terjadi dan berbeda pada setiap orang.
Menurut para pakar, prodrome merupakan fase sebelum migrain yang ditandai dengan berbagai perubahan pada kondisi tubuh maupun suasana hati. Dengan mengenali pola gejala yang muncul, penderita dapat lebih siap mengambil langkah pencegahan atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Beberapa tanda awal yang paling sering dilaporkan meliputi sering menguap, meningkatnya frekuensi buang air kecil, serta munculnya keinginan mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan manis seperti cokelat. Namun, para ahli menegaskan bahwa keinginan makan cokelat bukan berarti cokelat menjadi penyebab migrain. Sebaliknya, keinginan tersebut dapat menjadi salah satu sinyal bahwa serangan migrain akan segera terjadi.
Perubahan suasana hati juga termasuk gejala yang kerap muncul pada fase prodrome. Sebagian penderita mengaku menjadi lebih mudah marah, cemas, atau merasa sedih beberapa jam hingga beberapa hari sebelum migrain. Di sisi lain, ada pula yang justru merasakan kebahagiaan atau euforia yang tidak biasa sebelum serangan dimulai.
Selain itu, perubahan pola tidur dapat menjadi tanda peringatan lainnya. Penderita mungkin merasa sangat mengantuk atau kelelahan sebelum migrain muncul. Para ahli menyarankan agar masyarakat memperhatikan hubungan antara kualitas tidur dan munculnya migrain, karena kurang tidur maupun tidur berlebihan dapat menjadi pemicu serangan pada sebagian orang.
Dilansir dari laman WebMd, gangguan pada sistem pencernaan juga dapat terjadi selama fase awal migrain. Beberapa penderita mengalami mual, sembelit, atau diare sebelum sakit kepala muncul. Meskipun keluhan tersebut dapat diatasi dengan pengobatan sesuai anjuran dokter atau apoteker, penanganan gangguan pencernaan belum tentu dapat mencegah terjadinya migrain.
Para ahli menyarankan penderita migrain untuk mencatat setiap gejala yang muncul sebelum serangan dalam sebuah jurnal atau catatan harian. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengenali pola migrain, menghindari faktor pemicu, serta mempermudah dokter dalam menentukan strategi penanganan yang tepat.






