KLIKPOSITIF – Berbagai anggapan mengenai kolesterol masih banyak beredar di masyarakat. Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya memahami fakta yang benar agar upaya menjaga kadar kolesterol tetap efektif dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung maupun stroke.
Salah satu anggapan yang keliru adalah bahwa semua jenis kolesterol berbahaya bagi tubuh. Faktanya, tubuh memerlukan kolesterol dalam jumlah tertentu untuk menjalankan berbagai fungsi penting. Kolesterol terdiri atas beberapa jenis, di antaranya LDL (low-density lipoprotein) yang dikenal sebagai “kolesterol jahat” karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, serta HDL (high-density lipoprotein) yang disebut “kolesterol baik” karena membantu mengangkut LDL keluar dari aliran darah.
Dilansir dari laman WebMd, mitos lain menyebutkan bahwa makanan tinggi kolesterol merupakan penyebab utama meningkatnya kadar kolesterol dalam tubuh. Namun, para ahli menjelaskan bahwa lemak jenuh justru memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan kadar LDL. Sumber utama lemak jenuh antara lain daging merah, mentega, dan produk susu tinggi lemak. Sementara itu, telur masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar karena meskipun mengandung kolesterol, kandungan lemak jenuhnya relatif rendah.
Para pakar juga meluruskan anggapan bahwa pola makan tanpa lemak merupakan pilihan terbaik. Tubuh tetap membutuhkan lemak, tetapi jenis lemak yang dikonsumsi harus diperhatikan. Lemak tidak jenuh, baik lemak tak jenuh ganda yang terdapat pada kenari, biji bunga matahari, biji rami, dan ikan berlemak maupun lemak tak jenuh tunggal yang terdapat pada minyak zaitun dan alpukat, dinilai lebih baik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sekaligus menjaga kesehatan jantung.
Selain itu, penggunaan obat penurun kolesterol bukan berarti seseorang bebas mengonsumsi makanan apa pun. Para ahli menegaskan bahwa pengobatan harus disertai perubahan gaya hidup, termasuk menerapkan pola makan sehat untuk jantung. Pola makan tersebut dianjurkan mencakup konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh yang kaya serat, serta sumber lemak tidak jenuh seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
Dengan memahami fakta yang benar mengenai kolesterol, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko komplikasi akibat kolesterol tinggi.






