Rabu, 09 Sep 2026 - 07:30 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Jangan Terjebak Euforia Petani Milenial, Politisi PKS: Harus Ada Pendidikan Pertanian Sejak SD

pemerintah harus juga memperhatikan tahapan-tahapannya jelas, terukur dan berorientasi pada kinerja yang berujung pada pencapaian tujuan.

redaksi
Senin, 17 Jan 2022 | 10:29 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tidak terjebak pada euforia peningkatan petani milenial yang istilahnya memang sedang akrab terdengar.

“Yang sangat perlu dihindari pada pencetakan petani milenial adalah program atau proyek yang hanya bersifat simbolis atau mercusuar,” kata Akmal dalam keterangan pers yang dilansir dari laman Parlementaria, Senin (17/1/2022)

Ia menekankan, pemerintah harus juga memperhatikan tahapan-tahapannya jelas, terukur dan berorientasi pada kinerja yang berujung pada pencapaian tujuan.

Akmal menjelaskan, pengertian petani milenial adalah petani yang berusia antara 19-39 tahun. Gerakan dibentuknya petani milenial diyakini dapat mensejahterakan kehidupan berbangsa. Namun demikian, Istilah millennial tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan, pada catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dimana jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 8 persen atau setara dengan 2,7 juta orang.

Baca Juga

Koperasi yang Tumbuh Sebagai Perusahaan Milik Anggota yang Mandiri dan Berdikari

Jumat, 24 Jul 2026 | 19:43 WIB
Petani di lereng Gunung Singgalang panen cabe

Petani Lereng Gunung Singgalang Manfaatkan KUR Hadapi Kondisi Sulit

Rabu, 27 Mei 2026 | 18:21 WIB

“Angka 2,7 juta orang petani muda ini jangan dahulu diklaim hasil program pemerintah. Tapi urai dahulu penyiapan petani muda ini sejak usia dini, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga universitas. Apa program pemerintah di sektor pertanian untuk memulai memasukkan ilmu pengetahuannya pada dunia pendidikan dan pelatihan,” tutur legislator dapil Sulawesi Selatan II ini.

Akmal mengharapkan, ada ekstrakurikuler yang mulai masuk pada pendidikan nasional mengenalkan ilmu pertanian dan pangan yang seutuhnya. SDM mulai dipersiapkan sejak usia belia, sehingga cita-cita untuk berkecimpung di dunia pertanian pangan semakin bergelora dengan semangat inovasi dan kreativitas.

“Bila perlu, Kementerian Pertanian ada program beasiswa kekhususan bagi anak didik yang berprestasi dimana ada syarat untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan khusus yang disusun secara sistemik membangun kesadaran anak didik untuk terjun berkecimpung di dunia pertanian modern,” tukasnya.

Ia mengajukan gagasan, agar program Kementan masuk di semua jenjang pendidikan minimal pelajaran pilihan pada ekstrakurikulernya mulai dari SD hingga universitas.

“Penyiapan SDM pertanian milenial ini memang tidak dapat diraih instan. Perlu Jangka waktu yang cukup lama, berjenjang, bertahap yang nantinya akan menemukan bakat-bakat tersembunyi pada anak-anak muda putra putri bangsa. Pekerjaan yang tidak perlu pencitraan ini perlu kebesaran jiwa para pemimpin bangsa, karena hasil dari pencapaian target terciptanya petani millennial ini tidak saja tercapai satu periode kepemimpinan bangsa, namun boleh jadi dua atau tiga periode baru akan tercapai,” tutup Akmal.

Tags: NasionalPetanipetani milenia

Berita Lainnya

Koperasi yang Tumbuh Sebagai Perusahaan Milik Anggota yang Mandiri dan Berdikari

Jumat, 24 Jul 2026 | 19:43 WIB
Petani di lereng Gunung Singgalang panen cabe

Petani Lereng Gunung Singgalang Manfaatkan KUR Hadapi Kondisi Sulit

Rabu, 27 Mei 2026 | 18:21 WIB

BPS Catat Lemahnya Daya Beli Petani Akibat Perubahan Harga di Tingkat Produsen

Kamis, 5 Feb 2026 | 16:19 WIB

Ahli Waris Petani di Kota Solok Terima Santunan Jaminan Kematian Rp 42 Juta dari BPJAMSOSTEK

Selasa, 21 Okt 2025 | 15:24 WIB
Selanjutnya

Ancelotti Pelatih Italia Pertama yang Memenangkan Piala Super Spanyol

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara