KLIKPOSITIF – Lini media sosial Twitter diramaikan dengan tanda pagar (tagar) 2021 ganti presiden. Bahkan #2021GantiPresiden menjadi trending topic pada Selasa (13/7), dimana hingga pukul 10.56 Wib terpantau tagar tersebut sudah dicuitkan sebanyak 16,5 juta pengguna medsos itu.
Dari pantauan Klikpositif di Twitter, mayoritas warganet merasa tak puas dengan penanganan pandemi Covid-19, diantaranya terkait kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Sepeti komentar @nongkrong****** “Kami menyesal memilih @jokowi. Rakyat dibikin sengsara, tidak bisa menangani pandemi, berdagang dijalan diusir, barang dagangan diambil. Terus gimana kami rakyat kecil bertahan hidup. #2021GantiPresiden” tulisnya.
Namun ada juga yang menilai tagar tersebut meresakan seperi yang ditulis @Ilham_sid**** “Tagar ini meresahkan… Di saat seperti ini, negara tidak butuh presiden baru, siapapun yang jadi presiden Pastilah ada pro dan kontra. Negara melibatkan kepemerintahan dan rakyat. Bersatu mungkin lebih baik. Kritik dibutuhkan berserakan solusinya kalo perlu,” kicaunya.
Ada pula warganet yang masih percaya pemerintah mampu menangani Covid-19. Menurut akun @marioarjunaa, gerakan ganti preside 2021 tidak semudah yang dibayangkan.
“Pemerintah melakukan PPKM ada tujuannya juga kali. Kalau soal susah, semua juga lagi kesusahan go***k, jangan merasa diri lu yang paling kesusahan,” tulisnya.






