PADANG,KLIKPOSITIF – RCEO BRI Region 3 Padang Riza Pahlevi mengatakan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tidak ditawarkan kepada masyarakat melalui penawaran online. Dia menjelaskan program KUR BRI tidak pernah disampaikan kepada masyarakat melalui tautan tidak resmi maupun iklan-iklan di media sosial. Proses pengajuan KUR, kata dia, dilaksanakan melalui tahapan yang didampingi oleh petugas BRI.
“BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara online melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi,” ujar Riza Pahlevi, Senin 18/5 di Padang.
Riza mengatakan penawaran KUR yang beredar melalui pesan singkat, tautan digital, hingga akun media sosial merupakan modus penipuan modus penipuan yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Dia menjelaskan masyarakat bisa melakukan pengajuan KUR melalui Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, maupun tenaga pemasar resmi BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dia mengatakan penawaran KUR melalui tautan digital, pesan singkat dan lewat media sosial merupakan bentuk penyalahgunakan nama BRI. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat tidak wajar.
“BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan,” tutur Riza Pahlevi.
Hamdani, nasabah BRI di Kota Padang, mengatakan banyaknya informasi tidak bertanggung jawab yang menawarkan pinjaman KUR dengan iming-iming pencairan cepat memang membuat resah. Menurut dia, saat kondisi ekonomi yang kian sulit saat ini, tawaran pinjaman uang cepat dengan bunga ringan bisa jadi sangat memikat bagi banyak orang. Masyarakat perlu untuk diedukasi dan diberikan informasi yang terpercaya agar tidak terjebak dalam penipuan digital,
“Setiap hari ada saja masuk telpon, tautan link di whatsapp dan pesan singkat yang menawarkan pinjaman dengan bunga ringan. Di media sosial juga beredar tawaran KUR dari pihak-pihak yang tidak jelas. Jika tidak hati-hati masyarakat awam seperti kita bisa tertipu juga,” ujarnya.
Menurut Hamdani, pihak-pihak terkait perlu untuk terus memberikan informasi yang jelas dan dari sumber yang terpercaya. Penipuan digital dengan modus pinjaman ringan ini bisa menyasar siapa saja, termasuk keluarga terdekat.
“Masyarakat harus terus diedukasi tentang sumber informasi terpercaya. Salah satunya melalui akun medsos resmi atau kantor resmi,” katanya.







