KLIKPOSITIF- DPRD Kota Padang mempertanyakan mekanisme pengadaan proyek seragam sekolah gratis yang disebut dimenangkan vendor asal Jakarta dan Aceh, sementara pelaku UMKM lokal tidak ikut menikmati manfaatnya.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengingatkan seluruh hasil pembahasan bersama legislatif harus dituntaskan sebelum APBD disahkan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Ini sudah finalisasi akhir. Jangan sampai nanti setelah APBD diketok palu baru muncul persoalan karena ada hal-hal yang belum dituntaskan,” ungkapnya, dalam pembahasan
DPRD juga menyoroti pengadaan seragam sekolah gratis. Muharlion mengaku menerima banyak keluhan dari pedagang seragam di Pasar Raya Padang yang merasa dirugikan karena pengadaan dimenangkan perusahaan dari luar Sumatera Barat.
“Pedagang kita sudah mengeluh. Kemarin vendornya dari Jakarta dan Aceh. Ini menjadi perhatian serius dan jelas menabrak progul Wali Kota Padang mengenai UMKM Naik Kelas,” terangnya.
Menurut Muharlion, program seragam gratis seharusnya tidak hanya membantu meringankan beban orang tua siswa, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah dengan melibatkan pelaku usaha lokal.
Keluhan serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Seragam Sekolah Kota Padang, Jasman. Ia menyebut sejak program seragam gratis diberlakukan, omzet pedagang terus menurun. Padahal, musim penerimaan peserta didik baru biasanya menjadi masa panen bagi penjual seragam sekolah.
“Dengan kebijakan Pemko yang menggratiskan pakaian itu saja sudah membuat pasar sepi. Saat ini hanya hitungan jari yang jual beli. Apa untungnya bagi kita di Kota Padang? Pemenang vendor pakaian tersebut dari luar Sumbar. Kami minta pemerintah kota memperhatikan kami yang menjerit,” jelasnya.
Ia mengatakan sedikitnya terdapat sekitar 50 pedagang seragam di Pasar Raya Padang, belum termasuk ratusan pedagang lain yang tersebar di berbagai wilayah Kota Padang. Ia berharap mekanisme pengadaan seragam gratis dievaluasi agar UMKM lokal mendapat ruang berpartisipasi.
Kondisi lesunya penjualan juga dirasakan Elly, salah seorang pedagang seragam di Pasar Raya Padang. Hingga pukul 11.00 WIB, tokonya baru menjual satu stel seragam, jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Hari ini sampai pukul 11.00 WIB baru satu stel pakaian yang terjual. Kemarin alhamdulillah ada tiga stel baju yang laku,” ujarnya.












