KLIKPOSITIF — Penulis skenario asal Sumatera Barat, Dafriansyah Putra, terus mendorong penguatan kapasitas penulisan naskah sebagai kunci utama menembus industri film sekaligus memperkenalkan cerita dan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.
Dafriansyah diketahui aktif mengikuti berbagai pelatihan penulisan skenario, mulai dari workshop tingkat dasar hingga lanjutan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbangfilm). Ia juga pernah mengikuti pelatihan yang menghadirkan sejumlah praktisi film nasional seperti Slamet Rahardjo dan Rahabi Mandra.
Selain itu, ia turut memperdalam kemampuan melalui program “Writerpreneurship” dari Badan Ekonomi Kreatif serta kelas daring penulisan skenario bersama Temata Studios. Pengalaman internasional juga diperoleh melalui pelatihan pengembangan naskah secara daring di New York Film Academy pada 2022.
Dalam praktiknya, Dafriansyah bersama rekannya membentuk komunitas film Malayapura Films yang berangkat dari pertemuan dalam workshop perfilman regional Sumatera pada 2017. Komunitas ini mengusung filosofi Minangkabau “Alam Takambang Jadi Guru” sebagai dasar dalam berkarya, dengan fokus pada pengangkatan nilai-nilai kehidupan dan budaya lokal dalam film.
Salah satu karya yang dihasilkan melalui jejaring dan proses kreatif tersebut berhasil menembus berbagai ajang nasional dan internasional. Film pendek yang dikembangkan masuk dalam 10 besar dari ratusan proposal dalam program produksi film pendek yang digelar Direktorat Perfilman, Musik dan Media pada 2022. Karya tersebut juga terpilih dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2022, serta masuk seleksi sejumlah festival internasional di Kosta Rika dan Italia, hingga menjadi perwakilan Indonesia di ajang Montañosa Film Festival Filipina 2024.
Dafriansyah menilai kemampuan menulis skenario menjadi fondasi penting bagi pelaku industri kreatif di tengah perkembangan era digital yang serba konten. Menurutnya, penulis tidak hanya dituntut mampu menghadirkan cerita yang menarik, tetapi juga memahami format penulisan yang benar serta memiliki ciri khas dalam genre tertentu.
Ia juga mendorong para penulis pemula untuk aktif mengikuti kompetisi, memproduksi karya secara mandiri, serta memanfaatkan platform digital sebagai etalase karya. Selain sebagai penulis, peran lain seperti konsultan naskah juga dinilai membuka peluang lebih luas di industri.
“Melalui tangan penulis skenario, cerita-cerita lokal dan kebudayaan daerah bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak talenta muda yang mengembangkan kemampuan menulis skenario, sehingga industri film Indonesia, khususnya di daerah, dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.












