KLIKPOSITIF — Pemerintah daerah melalui UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan industri film di daerah dengan menggelar workshop penulisan skenario pada 21–23 April 2026 di Padang.
Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 25 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar sekolah film, komunitas film, hingga peserta umum yang baru mengenal dunia sinematografi. Meski beragam, seluruh peserta terlihat antusias mengikuti pelatihan.
Sutradara film Surau dan Silek, Arief Malinmudo, menilai kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap perkembangan perfilman di Sumatera Barat.
“Workshop ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah melalui Taman Budaya. Kita berharap ke depan kepedulian ini terus diwujudkan dalam berbagai bentuk lainnya,” kata Arief di Padang, Selasa.
Menurutnya, film merupakan medium yang sangat kuat untuk menyampaikan pesan-pesan peradaban, termasuk nilai-nilai budaya Minangkabau.
“Film bisa menjadi sarana ampuh untuk menyampaikan pesan, termasuk nilai-nilai Minang kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Arief juga mengapresiasi tingginya minat generasi muda terhadap dunia film. Ia menyebut, peserta workshop tidak hanya berasal dari latar belakang akademik perfilman, tetapi juga dari komunitas dan individu yang pernah terlibat dalam festival maupun produksi film, baik sebagai peserta magang maupun kru.
Ia menambahkan, film merupakan karya kolaboratif lintas disiplin yang melibatkan berbagai unsur seni seperti akting, penulisan, tata kamera, hingga artistik. Karena itu, keterlibatan banyak pihak menjadi kunci dalam pengembangan industri ini.
Selain itu, kemudahan generasi muda dalam membangun jejaring dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Arief berharap workshop tersebut dapat memperkuat hubungan antar peserta dan membuka peluang kolaborasi ke depan.
Salah seorang peserta, Fadillah, mengaku baru pertama kali mendalami dunia film melalui pelatihan tersebut. Mahasiswa Universitas Andalas asal Bukittinggi itu sebelumnya aktif menulis karya sastra.
Sementara itu, peserta lainnya, Elin, merupakan lulusan Institut Seni Indonesia Padang Panjang yang telah menekuni penulisan naskah sejak kuliah di jurusan televisi dan film. Ia lulus pada 2021 dan melanjutkan studi di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Elin juga memiliki pengalaman sebagai penulis naskah di MNC serta pernah menjadi asisten riset di Sinemaku Pictures.












