Minggu, 27 Sep 2026 - 04:05 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Cegah Kanker Kulit dengan Perlindungan dari Sinar Matahari

Fitria Marlina
Sabtu, 26 Sep 2026 | 06:52 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Karena itu, perlindungan terhadap paparan sinar matahari perlu dilakukan secara rutin, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah menggunakan tabir surya atau sunscreen secara tepat. Sunscreen sebaiknya dioleskan sekitar 15–20 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan digunakan kembali setiap dua jam. Pengaplikasian juga perlu mencakup area tubuh yang kerap terlewat, seperti telinga, punggung kaki, dan bagian belakang tungkai.

Saat memilih sunscreen, perhatikan tiga hal utama, yakni perlindungan spektrum luas (broad-spectrum), SPF, dan ketahanan terhadap air.

Pilih Sunscreen Broad-Spectrum

Sunscreen dengan label broad-spectrum memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB. Sinar UVB merupakan penyebab utama kulit terbakar, sedangkan UVA dapat menembus lebih dalam dan berkontribusi terhadap penuaan kulit serta munculnya keriput.

Kedua jenis sinar ultraviolet tersebut dapat menyebabkan kerusakan DNA yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kulit. Label seperti “UVA/UVB protection” atau “multi-spectrum” juga menunjukkan perlindungan terhadap kedua jenis sinar tersebut.

Perhatikan Angka SPF

SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan tingkat perlindungan sunscreen terhadap sinar UVB. Semakin tinggi angkanya, semakin besar perlindungannya, meskipun peningkatannya tidak berlangsung secara proporsional.

Sebagai gambaran, SPF 30 dapat memblokir sekitar 97 persen sinar UVB, sedangkan SPF 50 sekitar 98 persen. Produk dengan SPF yang jauh lebih tinggi memberikan tambahan perlindungan yang relatif kecil.

Karena itu, sunscreen dengan SPF 30–50 dapat menjadi pilihan untuk perlindungan sehari-hari.

Baca Juga

Yuk Kenali Jenis Kanker Kulit, dari yang Umum hingga Paling Mematikan

Sabtu, 26 Sep 2026 | 06:22 WIB

Lemak Sehat Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang pada Penyintas Kanker Prostat

Sabtu, 26 Sep 2026 | 05:48 WIB

Untuk sunscreen tahan air, perlu diingat bahwa tidak ada produk yang benar-benar tahan air. Sunscreen berlabel water-resistant hanya mampu mempertahankan perlindungan selama periode tertentu ketika terkena air atau keringat. Penggunaan kembali tetap diperlukan setelah berenang atau berkeringat banyak.

Lindungi Kulit dengan Pakaian

Perlindungan dari sinar matahari juga dapat dilakukan dengan menggunakan pakaian yang menutupi kulit.

Gunakan topi dengan pinggiran minimal sekitar 10 sentimeter serta kacamata yang dapat membantu melindungi mata dan area di sekitarnya dari paparan sinar matahari.

Untuk pakaian, beberapa jenis bahan sintetis seperti poliester, Lycra, nilon, dan akrilik dapat memberikan perlindungan lebih baik karena seratnya yang rapat. Warna pakaian juga berpengaruh, dengan warna yang lebih gelap umumnya memberikan perlindungan lebih besar terhadap sinar UV dibandingkan warna yang lebih terang.

Saat ini juga tersedia pakaian khusus pelindung sinar matahari yang mencantumkan UPF (Ultraviolet Protection Factor). Angka UPF menunjukkan seberapa banyak radiasi UV yang dapat menembus kain. Misalnya, pakaian dengan UPF 50 memungkinkan sekitar satu per 50 bagian radiasi UV menembus bahan tersebut.

Batasi Aktivitas Saat Radiasi UV Tinggi

Selain menggunakan perlindungan fisik, membatasi paparan langsung terhadap matahari juga penting. Hindari atau kurangi aktivitas di bawah sinar matahari pada pukul 10.00 hingga 14.00, ketika paparan radiasi UV umumnya berada pada tingkat tinggi.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan pada periode tersebut, gunakan kombinasi perlindungan seperti sunscreen, pakaian tertutup, topi, dan kacamata.

Rutin Memeriksa Kondisi Kulit

Pencegahan juga perlu dilakukan melalui pemeriksaan kulit secara rutin. Pemeriksaan kulit oleh dokter kulit dapat dilakukan setiap satu hingga dua tahun, sementara orang yang pernah mengalami kanker kulit atau memiliki riwayat keluarga yang kuat mungkin memerlukan pemeriksaan lebih sering sesuai anjuran dokter.

Pemeriksaan mandiri juga dapat dilakukan dengan memperhatikan adanya bercak, tahi lalat, atau pertumbuhan kulit yang baru muncul maupun mengalami perubahan. Perhatikan khususnya jika suatu bercak atau tahi lalat semakin besar, berubah warna menjadi lebih gelap, atau mengalami perubahan bentuk.

Area seperti punggung, kulit kepala, bagian belakang paha, dan belakang telinga juga perlu diperiksa. Bagian tubuh yang sulit dilihat sendiri dapat diperiksa dengan bantuan pasangan atau anggota keluarga.

Jika menemukan perubahan kulit yang mencurigakan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau dokter spesialis kulit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan menerapkan perlindungan terhadap sinar UV secara konsisten dan memantau perubahan pada kulit, risiko kerusakan kulit akibat paparan matahari dapat diminimalkan, sekaligus membantu mendeteksi kelainan kulit sedini mungkin.

Tags: HealthKanker Kulit

Berita Lainnya

Yuk Kenali Jenis Kanker Kulit, dari yang Umum hingga Paling Mematikan

Sabtu, 26 Sep 2026 | 06:22 WIB

Lemak Sehat Dikaitkan dengan Harapan Hidup Lebih Panjang pada Penyintas Kanker Prostat

Sabtu, 26 Sep 2026 | 05:48 WIB

Ternyata Konsumsi Pisang Bisa Redakan Depresi

Jumat, 25 Sep 2026 | 12:48 WIB

Ini Alasan Mengapa Anda Mengantuk Setelah Makan Siang

Jumat, 25 Sep 2026 | 12:14 WIB
Selanjutnya

Pemko Padang Panjang Fokuskan Pengelolaan DAS Pascabencana

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara