Solok, Klikpositif – Harapan masyarakat nagari Paninjauan Kabupaten Solok untuk memiliki sebuah sekolah agama akhirnya terjawab. Usai mewakafkan tanah seluas 5 hektare ke Muhammadiyah, langsung turun kucuran bantuan pembangunan kelas senilai lebih kurang Rp500 juta dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Proses pembangunan gedung belajar Pesantren Kepanduan Hibul Wathan (HW) dan Ekopark Islamic Boarding School itu ditandai dengan peletakan batu pertama, Rabu (25/1/2023). Peletakan batu pertama dihadiri sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Apris Yaman.
Selain itu, juga hadir mitra kemaslahatan program pembangunan dari Baitul Maal Muamalat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok, Afrijal Harun, Ketua LazisMu, Atri Tarmizi, Wali Nagari Paninjauan, Ketua KAN Paninjauan, Yuswardi Dt. Madjo Indo, Wali Nagari serta tokoh masyarakat.
Sekretaris PWM Sumbar, Apris Yaman mengatakan, bantuan pembangunan dari BPKH menjadi momentum awal bagi Ranting Muhammadiyah dan masyarakat Paninjauan dalam pengembangan sekolah agama. Selain pesantren, tanah wakaf akan dikembangkan sebagai bumi perkemahan pandu hizbul wathon.
“Alhamdulillah, tanah diwakafkan masyarakat pada akhir 2022, dan awal tahun 2023 sudah mendapat bantuan pembangunan dari BPKH. Semoga pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik, sesuai harapan kita bersama,” sebut Apris Yaman.
Sementara itu, Ketua KAN Paninjauan, Yuswardi Dt. Madjo Indo mengharapkan, bantuan awal itu menjadi motivasi bersama untuk melanjutkan pembangunan fasilitas pesantren. Masih banyak fasilitas yang perlu agar pesantren bisa segera beroperasi.
“Harapan kami dari niniek mamak dan masyarakat serta perantau, bagaimana pesantren ini bisa secepatnya beroperasi. Selain bisa menampung anak kemenakan dari Paninjauan, juga bisa mendatangkan santri dari daerah lainnya,” harap Yuswardi.
Ketua IKPS : Satukan Gerak Ranah dan Rantau
Bantuan pembangunan kelas belajar Pesantren Kepanduan HW dan Ecopark Islamic Boarding School itu tidak terlepas dari peran Ikatan Perantau Paninjauan dengan ketuanya, Dr. Zulzalifa. Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif Universitas Muhammadiyah Tangerang itu aktif mengawal pengajuan bantuan dari ranting ke BPKH.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama dan dukungan semua pihak, bantuan ini bisa sampai ke tahap pembangunan. Keberadaan pesantren HW di Nagari Paninjauan menjadi simbol penyatuan gerak antara ranah dan rantau. Selama ini, Paninjauan terkenal sebagai daerah penghasil guru,” terang ketua IKPS itu.
Ia mengharapkan, dengan pesantren Hizbul Wathan yang mengusung konsep eko park, bisa mendapat dukungan akademis dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat dan Universitas Muhammadiyah Tangerang.
“Kami putra Nagari Paninjauan yang ada di perantauan akan terus berupaya memberikan kontribusi untuk membangun nagari. Semoga juga mendapat dukungan penuh dari Muhammadiyah dan juga pemerintah daerah Kabupaten Solok,” tutupnya.






