BATURRADEN, KLIKPOSITIF — Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden menggelar Closing Meeting Pendampingan Bantuan Pemerintah (Banpem) Ayam Petelur Merah Putih Tahun 2025 bersama Tim Inspektorat IV Kementerian Pertanian. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendampingan teknis dan pengawasan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Suasana pertemuan berlangsung hangat namun serius. Para pejabat, pendamping, serta tim pengawas duduk bersama mengevaluasi pelaksanaan Banpem Ayam Petelur Merah Putih—program strategis Kementerian Pertanian yang bertujuan memperkuat produksi nasional ayam petelur melalui bibit unggul Merah Putih hasil pemuliaan dalam negeri.
Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan program berjalan tepat sasaran, sesuai aturan, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peternak.
“Pendampingan yang kita tutup hari ini bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi bentuk kesungguhan kami dalam memastikan bahwa setiap proses dalam Banpem Ayam Petelur Merah Putih berjalan transparan, akuntabel, dan efektif,” ungkap Dani dalam sambutannya.
Menurutnya, rangkaian pendampingan yang melibatkan Inspektorat IV tidak hanya menghasilkan laporan teknis, tetapi juga memberikan masukan strategis untuk peningkatan kualitas layanan dan tata kelola program. “Rekomendasi dari Inspektorat IV menjadi pedoman penting bagi kami. Ini adalah ruang belajar yang sangat berharga untuk memastikan bahwa pelaksanaan Banpem Tahun 2025 berjalan lebih baik, lebih terarah, dan tentu lebih berdampak bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Dani menjelaskan bahwa BBPTUHPT Baturraden memiliki tanggung jawab besar sebagai balai pembibitan unggas nasional. Sebagai penyedia bibit Ayam Petelur Merah Putih, balai harus memastikan kualitas bibit, kesiapan teknis lapangan, dan kelengkapan dokumen sesuai standar. Pendampingan intensif yang telah dilakukan selama ini, lanjutnya, menjadi bagian dari proses memperkuat integritas layanan publik di bidang peternakan.
“Kami ingin memastikan bahwa program bantuan pemerintah tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar memiliki impact bagi peternak. Dengan standar yang diperbaiki dan pengawasan yang lebih ketat, kami optimistis Banpem Ayam Petelur Merah Putih akan menjadi program unggulan yang mendorong kemandirian pangan nasional,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Inspektorat IV menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan BBPTUHPT Baturraden dalam memenuhi standar pelaksanaan program. Evaluasi teknis, penelusuran dokumen, pengecekan di lapangan, serta diskusi dengan tim pelaksana telah dilakukan secara menyeluruh selama pendampingan berlangsung.
Dani menambahkan bahwa semangat transparansi dan akuntabilitas tidak hanya berhenti pada penutupan pendampingan ini. Ia memastikan bahwa evaluasi internal dan monitoring berkelanjutan akan terus diperkuat sepanjang tahun.
“Kami memastikan bahwa perbaikan yang disarankan tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga diimplementasikan. Ini untuk memastikan bahwa balai kami selalu berada pada jalur yang benar dalam memberikan layanan terbaik,” ujarnya.
Dengan berakhirnya pendampingan ini, BBPTUHPT Baturraden berharap Banpem Ayam Petelur Merah Putih Tahun 2025 dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor peternakan unggas.
Dani menutup dengan pesan optimistis. “Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi pijakan kuat untuk menghadirkan program bantuan yang lebih baik dan membawa manfaat bagi masyarakat peternak di seluruh Indonesia.”






