BATURRADEN, KLIKPOSITIF — Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya penyediaan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas, terus digencarkan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah Program Ayam Petelur Merah Putih yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam pelaksanaannya di daerah, Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden tampil sebagai salah satu ujung tombak yang aktif mengoordinasikan sekaligus mendampingi peternak rakyat agar program tersebut berjalan optimal dan berkelanjutan.
Program Ayam Petelur Merah Putih merupakan bentuk bantuan pemerintah kepada peternak rakyat yang mencakup penyediaan bibit ayam petelur, kandang, pakan, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi telur nasional, tetapi juga untuk memperkuat kesejahteraan peternak serta mendukung program gizi pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BBPTU-HPT Baturraden, Dani Kusworo, menegaskan bahwa program ini memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung dua sasaran utama pembangunan pertanian, yakni peningkatan produksi pangan asal ternak dan penguatan ekonomi peternak rakyat.
βProgram Ayam Petelur Merah Putih bukan sekadar bantuan fisik berupa ayam atau pakan, tetapi merupakan upaya menyeluruh untuk membangun peternak yang mandiri. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan manajemen usaha, hingga pendampingan teknis di lapangan,β ujar Dani Kusworo.
Dalam pelaksanaannya, BBPTU-HPT Baturraden berperan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab mengoordinir dan mendampingi program di wilayah kerja. Peran tersebut mencakup pelaksanaan pelatihan bagi petugas pelaksana bantuan pemerintah (Banpem), verifikasi calon penerima bantuan atau Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL), hingga pendampingan intensif bagi peternak di lapangan.
Dani menjelaskan, proses verifikasi CPCL dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh peternak yang benar-benar siap dan berkomitmen menjalankan usaha ayam petelur secara berkelanjutan.
βKami turun langsung ke lapangan untuk memastikan calon penerima memiliki kesiapan sarana, komitmen usaha, dan kemauan untuk berkembang. Pendampingan juga terus dilakukan agar peternak mampu mengelola ternaknya secara profesional, mulai dari manajemen kandang, pakan, hingga kesehatan ternak,β jelasnya.
Lebih jauh, pendampingan teknis yang diberikan BBPTU-HPT Baturraden mencakup penerapan manajemen pemeliharaan ayam petelur yang baik, pengelolaan pakan yang efisien, serta pengendalian penyakit ternak guna menjaga produktivitas dan kualitas telur. Dengan pendekatan ini, diharapkan peternak tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Program Ayam Petelur Merah Putih juga memiliki peran penting dalam memperkuat pasokan protein hewani nasional, khususnya dari telur ayam yang dikenal sebagai sumber gizi murah, mudah diakses, dan kaya nutrisi. Telur-telur yang dihasilkan peternak binaan diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat, termasuk untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Selain berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak rakyat. Dengan sistem usaha yang lebih tertata dan produktif, peternak dapat memperoleh nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok perunggasan nasional.
βHarapan kami, melalui program ini peternak tidak hanya menerima bantuan, tetapi benar-benar tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menopang kebutuhan pangan nasional,β tutup Dani Kusworo.
Melalui peran aktif BBPTU-HPT Baturraden dalam Program Ayam Petelur Merah Putih, Kementerian Pertanian optimistis langkah penguatan peternakan rakyat dapat berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.






