Selasa, 20 Okt 2026 - 05:35 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Asap Karhutla Ancam Kesehatan Anak, IDAI Minta Keluarga Siapkan Langkah Evakuasi

Kiki Julnasri
Senin, 19 Okt 2026 | 12:14 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

Ilustrasi Kabut Asap

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya perlindungan maksimal terhadap anak-anak dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K), mengatakan bayi, balita, anak dengan asma, penyakit jantung atau paru kronis, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis memiliki risiko lebih tinggi saat terjadi bencana kabut asap.

Menurutnya, anak-anak lebih rentan terhadap paparan asap dibandingkan orang dewasa karena sistem pernapasan dan kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Karena itu, keluarga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk melindungi kesehatan anak.

“Anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana kabut asap, namun sering kali suaranya tidak terdengar,” ungkap Piprim dalam keterangan IDAI, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, hak anak atas kehidupan, kesehatan, perlindungan, dan tumbuh kembang harus tetap terpenuhi, termasuk dalam situasi darurat akibat karhutla.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Fifi Sofiah, Sp.A, Subsp. Respi (K), menjelaskan asap karhutla mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk partikel halus PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron.

Partikel tersebut dapat menembus bagian terdalam saluran pernapasan hingga alveoli atau kantung udara paru-paru, bahkan berpotensi masuk ke aliran darah.

Anak-anak lebih berisiko terdampak karena memiliki saluran pernapasan yang lebih kecil, bernapas lebih cepat, dan membutuhkan lebih banyak udara per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa. Paparan polutan juga dapat memicu gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI, dr. Dimas Dwi Saputro, Sp.A, Subsp. Respi (K), meminta keluarga mengurangi aktivitas anak di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Baca Juga

Walikota Padang Fadly Amran

Kunjungan ISPA Melonjak di Padang, Walikota Dorong Kolaborasi Atasi Kabut Asap

Senin, 19 Okt 2026 | 12:53 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

Kabut Asap Belum Mereda, Tiga Daerah di Sumbar Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 18 Okt 2026 | 13:21 WIB

Orang tua juga dianjurkan menutup pintu dan jendela saat asap masuk ke lingkungan, mengupayakan ruang dengan udara lebih bersih, menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Keluarga diminta menyiapkan tas siaga bencana, mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul, serta memiliki rencana penyelamatan apabila kondisi lingkungan semakin berbahaya.

IDAI juga mengingatkan masyarakat untuk memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai salah satu dasar menentukan langkah perlindungan.

Pada kategori ISPU 101–199 atau tidak sehat hingga 200–299 atau sangat tidak sehat, kelompok rentan, terutama bayi baru lahir dan balita dengan penyakit penyerta, perlu mendapat perhatian khusus. Evakuasi ke lokasi dengan udara bersih dapat diperlukan berdasarkan kondisi medis dan tingkat ancaman.

Sementara itu, ketika ISPU berada di atas 300 atau kategori berbahaya, IDAI merekomendasikan evakuasi bagi seluruh kelompok.

Ia mendorong penerapan konsep Sekolah Aman Asap untuk mengurangi paparan polutan terhadap peserta didik. Upaya tersebut mencakup pengelolaan ventilasi, penggunaan exhaust fan dengan penempatan yang tepat, serta penataan ruang agar anak dapat beraktivitas di lingkungan yang lebih terlindungi.

Guru dan tenaga kependidikan juga diminta mampu mengenali tanda bahaya akibat paparan asap serta memahami prosedur evakuasi.

Ia menegaskan, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga memiliki peran penting dalam melindungi keselamatan dan kesehatan anak selama bencana kabut asap.

IDAI meminta orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas berat, tarikan dinding dada, bibir membiru, penurunan kesadaran, atau tidak mampu minum.

“Kita mengajak keluarga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pemerintah bekerja sama memastikan anak-anak tetap terlindungi dari bahaya asap karhutla,” ujarnya.

Tags: Kabut AsapKabut Asap di Padang

Berita Lainnya

Walikota Padang Fadly Amran

Kunjungan ISPA Melonjak di Padang, Walikota Dorong Kolaborasi Atasi Kabut Asap

Senin, 19 Okt 2026 | 12:53 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

Kabut Asap Belum Mereda, Tiga Daerah di Sumbar Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 18 Okt 2026 | 13:21 WIB
Kabut Asap di Kota Padang (dok. BPBD Padang)

Kabut Asap Selimuti Sumbar, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sabtu, 17 Okt 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

51 Ribu Kunjungan ISPA di Padang Sejak Agustus, DPRD Desak Pemerintah Pusat Gerak Cepat Atasi Kabut Asap

Sabtu, 17 Okt 2026 | 10:00 WIB
Selanjutnya
Walikota Padang Fadly Amran

Kunjungan ISPA Melonjak di Padang, Walikota Dorong Kolaborasi Atasi Kabut Asap

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara