Kamis, 22 Okt 2026 - 13:43 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Kasus ISPA di Sumbar Tembus 601 Ribu, Kabut Asap Jadi Perhatian

Kiki Julnasri
Kamis, 22 Okt 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi Kabut Asap

Ilustrasi Kabut Asap

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 601.396 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga 20 Oktober 2026. Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumbar, dr. Riena Sovianty, mengatakan jumlah kasus ISPA mengalami fluktuasi sejak awal tahun. Namun, paparan kabut asap diduga turut memperburuk kondisi kesehatan masyarakat.

Baca Juga

Ilustrasi Kabut Asap

Padang Panjang Perpanjang Terapkan Belajar dari Rumah hingga Jumat

Rabu, 21 Okt 2026 | 13:30 WIB

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:03 WIB

β€œKita tidak hanya memantau ISPA saat kabut asap, tetapi sejak awal tahun. Ada naik turun angka ISPA dan hingga Oktober ini kita mencatat setidaknya 601.396 kasus di Sumbar,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan data Dinkes Sumbar, kasus ISPA pada Januari tercatat 69.503 kasus, Februari 61.559 kasus, Maret 53.790 kasus, April 65.976 kasus, Mei 52.750 kasus, Juni 59.470 kasus, Juli 60.164 kasus, Agustus 68.349 kasus, September 66.284 kasus, serta 43.551 kasus pada periode 1-20 Oktober 2026.

Dari data Januari hingga September 2026, kelompok dewasa mendominasi penderita ISPA dengan 216.065 kasus atau 39,64 persen. Selanjutnya, kelompok lansia sebanyak 101.920 kasus (18,65 persen), balita 94.516 kasus (17,30 persen), anak-anak 67.223 kasus (12,21 persen), dan remaja 66.709 kasus (12,30 persen).

Riena menyebut Kota Padang menjadi wilayah dengan jumlah penderita ISPA terbanyak. Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinkes Sumbar juga menerbitkan surat edaran sebagai langkah mitigasi dan pencegahan.

Ia menjelaskan, ISPA dapat disebabkan infeksi virus maupun bakteri. Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi memperburuk gangguan pernapasan, bahkan meningkatkan risiko kondisi serius seperti pneumonia.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam lebih dari tiga hari, sesak napas, atau napas cepat. Pada anak-anak, gejala yang perlu diwaspadai antara lain rewel, sulit makan atau minum, serta batuk berkepanjangan.

β€œPenggunaan masker tetap dianjurkan selama kualitas udara masih terdampak kabut asap. Masyarakat juga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memantau informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU),” tutupnya.

Tags: Dinkes SumbarKabut AsapKabut Asap di SumbarKasus ISPA di Sumbar Tembus 601 Ribu

Berita Lainnya

Ilustrasi Kabut Asap

Padang Panjang Perpanjang Terapkan Belajar dari Rumah hingga Jumat

Rabu, 21 Okt 2026 | 13:30 WIB

Wagub Sumbar Minta Mitigasi Kabut Asap Diperkuat

Rabu, 21 Okt 2026 | 10:03 WIB
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto

Kapolres Pasaman Barat dan Bupati Bagikan Masker Gratis kepada Pelajar di Tengah Kabut Asap

Selasa, 20 Okt 2026 | 10:50 WIB
Walikota Padang Fadly Amran

Kunjungan ISPA Melonjak di Padang, Walikota Dorong Kolaborasi Atasi Kabut Asap

Senin, 19 Okt 2026 | 12:53 WIB
Selanjutnya

Pedagang Sandang Pangan Pasar Raya Padang Tolak Relokasi, Nilai Tempat Baru Tak Layak

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara