Sabtu, 07 Nov 2026 - 12:20 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Asa Peternak Kambing Dari Solok, Pemuda Pelopor Sumbar yang Berdayakan Masyarakat

Bagi generasi milenial, menjadi peternak kambing bukanlah hal yang dicita-citakan. Berbaur dengan ternak, kotoran hingga kerja berat harus dilakoni. Lain ceritanya dengan Hendra Saputra, Pemuda asal Kota Solok, Sumtra Barat.

redaksi
Kamis, 16 Des 2021 | 19:19 WIB
Hendra Saputra, Pemuda Pelopor Sumatra Barat

Hendra Saputra, Pemuda Pelopor Sumatra Barat (Klikpositif)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi generasi milenial, menjadi peternak kambing bukanlah hal yang dicita-citakan. Berbaur dengan ternak, kotoran hingga kerja berat harus dilakoni. Lain ceritanya dengan Hendra Saputra, Pemuda asal Kota Solok, Sumtra Barat.

Disaat generasi seusianya masih sibuk dengan gadget dan mengandalkan uang dari orang tua, Hendra memilih untuk mandiri. Bermodalkan semangat dan kerja keras, dirinya sukses membangun usaha peternakan kambing.

Dari usahanya, Hendra mampu menghasilkan uang jutaan rupiah per bulannya. Tidak ingin sukses sendiri, Hendra menularkan ilmunya kepada orang lain. Kegigihannya juga mengantarkan Hendra menjadi Pemuda Pelopor Sumatra Barat.

Kisah Hendra terjun beternak kambing berawal ketika tamat di SMAN 3 Kota Solok. Menganggur tidak ada pekerjaan, dirinya kemudian ditawari bantuan kambing oleh seniornya di Pramuka. Waktu itu empat ekor kambing jenis Kacang.

Usaha yang dirintis Hendra pada medio 2016 kala itu tidak berjalan mulus. Pengetahuan beternak yang minim membuat usahanya tidak berkembang. Pola yang dipakai masih sangat tradisional. Hendra sempat jenuh dan berpikir untuk banting stir.

Takdir akhirnya membuat Hendra untuk tetap bertahan di usaha kambing. Hendra yang baru kuliah di Peternakan UMMY Solok, berangkat studi tiru ke salah satu peternakan kambing besar di Sumatra Barat. Boncah Raya Farm di Barulak Tanah Datar.

“Waktu itu masih semester satu, ada study tour kampus ke Barulak Tanah Datar, di sana pengelolaan ternak sudah sangat bagus, dan waktu itu saya berpikir prospek ternak kambing sangat menjanjikan,” kenang pria kelahiran tahun 1995 itu.

Semangat usahanya yang sempat layu, kembali mekar. Seketika terbersit dihatinya untuk memiliki usaha peternakan kambing yang besar. Namun, keinginan itu tersandung modal dan ilmu beternak kambing yang minim.

Mimpi membangun usaha peternakan kambing terus bergelayut di pikiran Hendra. Dirinya memutuskan untuk berhenti kuliah dan menyodorkan lamaran di Boncah Raya Farm, sembari menggali ilmu beternak kambing.

“Karena tidak ada biaya, saya harus berhenti kuliah. Saya tinggal bersama nenek, sementara orang tua dan adik-adik saya merantau ke Pekanbaru. Jadi untuk kebutuhan hidup disini saya harus bekerja, kalau tidak mau makan apa,” cetusnya.

Gayung bersambut, lamaran Hendra diterima. Waktu itu, Boncah Raya Farm memang tengah butuh karyawan. Pertama bekerja, dirinya ditugasi divisi sanitasi dan limbah. Pekerjaan terendah di sebuah peternakan kambing.

Keuletan Hendra bekerja mendapat perhatian dari pemilik usaha. Berselang delapan bulan, dirinya diangkat menjadi kepala kandang. Hendra semakin tahu seluk beluk beternak kambing perah. Sekitar satu setengah tahun dirinya bekerja di sana.

“Dari sini belajar seperti apa mengelola sebuah peternakan kambing secara modern dan profesional, terintegrasi dari hulu sampai hilir. Mulai dari bakalan, pakan, sampai pemasaran produk yang dihasilkan,” jelasnya.

Galanggang Raya Farm

Berbekal Ilmu yang diperolehnya, Hendra kembali ke Kota Solok. Hal pertama yang ada dibenaknya kala itu melanjutkan usaha kambingnya yang sempat terbengkalai.

Dari uang hasilnya bekerja, Hendra membangun sebuah kandang kecil, ukurannya sekitar 3×2 meter. Empat ekor kambing dibeli dari hasil keringatnya bekerja di Boncah Raya Farm, jenis Jawa Randu, persilangan kambing Kacang dan Peranakan Etawa.

Pengalaman yang diperolehnya langsung diterapkan, layaknya sebuah peternakan kambing modern. Manajemen bibit, pakan, hingga pengolahan kotoran hewan untuk pupuk kompos.

Galanggang Raya Farm. Begitu nama yang disematkan. Menurutnya, Galanggang itu lapangan, Raya itu besar, jadi, lapangan peternakan yang nantinya akan besar. Sebuah mimpi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Di sebidang tanah belakang rumahnya di Galanggang Batuang, kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Hendra membangun peternakan impiannya.

“Seluruh pengalaman yang didapat ketika bekerja di Boncah Raya Farm saya terapkan, dan Alhamdulillah berhasil, kotoran hewan (Kohe) yang dulu terbuang kini diolah menjadi kompos dan nilai jualnya tinggi,” paparnya.

Hendra terus menanam modal di kandang miliknya, ternak kambing yang mulanya empat ekor ditambah lagi dengan kambing Peranakan Etawa. Lebih menguntungkan dibanding kambing Jawa Randu.

Kegigihan Hendra mulai dilirik oleh pihak dinas setempat, sekitar 2019, dirinya dibantu empat ekor kambing PE, satu pejantan dan tiga betina. Jumlah kambingnya semakin bertambah.

Kambing PE punya banyak kelebihan, selain postur yang lebih besar dibanding kambing lokal, produksi air susunya tinggi dan bernilai jual cukup mahal, kisaran Rp60-65 ribu per liternya. Setelah melahirkan, indukan bisa diperah selama lima bulan.

Setahun berikutnya, kandang milik Hendra diperbaiki, bantuan pengembangan sarana prasarana dari Dispora Kota Solok. Kandang kambingnya diperluas. Sekarang ukurannya 8×10 meter dengan sistim semi umbar.

Dari belasan ekor kambing yang dipeliharanya saat ini, Hendra sudah bisa meraup penghasilan belasan jutaan rupiah per bulannya. Itu didapatkan dari penjualan susu kambing, kompos kotoran hewan, hingga jual beli bakalan kambing.

Gerakkan Pemuda Beternak Kambing

Manisnya beternak kambing tidak dinikmati Hendra seorang diri. Dirinya mulai merangkul masyarakat terutama anak muda untuk membangun usaha yang sama. Hendra menanamkan semangat wirausaha melalui kegiatan kepemudaan.

Awalnya memang agak susah, tidak sedikit cemoohan yang harus diterimanya. Namun, Hendra tak pernah patah arang. Keinginannya, bagaimana para pemuda punya usaha sendiri.

Melihat keberhasilan dan prospek usaha kambing milik Hendra, akhirnya banyak yang tertarik. Tapi, mereka terkendala dengan permodalan. Pembelian bakalan atau bibit dan kandang.

Kendala itu menjadi tantangan bagi Hendra. Dari diskusi dengan teman, Hendra akhirnya mendapat ide untuk mencarikan investor yang mau menanam uangnya dalam bentuk modal kambing, dan dipelihara masyarakat. Sistim bagi hasil (inti plasma).

“Kebetulan ada teman di Jepang, dia bingung uangnya kalau disimpan di bank terjadi penyusutan dan saya sarankan investasi ternak kambing, dan mau. Dan banyak investor lainnya dari relasi-relasi saya,” kisahnya.

Saat ini, sudah ada sekitar tujuh peternak di Kota dan Kabupaten Solok yang difasilitasi Hendra untuk mengembangkan usaha kambing. Tidak dilepas begitu saja, tapi diajarkan seluk beluk beternak kambing. Jumlah ternak disesuaikan dengan kesanggupan.

Tidak hanya ilmu, Hendra juga turut memfasilitasi peternak plasma yang ingin menjual kambing. Rata-rata yang dipelihara peternak binaannya merupakan kambing pedaging untuk aqiqah dan qurban.

Memang saat ini, rata-rata masyarakat masih memandang usaha peternakan sebagai sampingan. Tapi secara perlahan diharapkan menjadi usaha prioritas.

Selain merangsang masyarakat untuk beternak kambing, Hendra juga aktif membangun komunikasi dengan kelompok peternak yang ada di Kota Solok. Hendra membangun sebuah komunitas yang dinamakan Ota Taranak.

Baca Juga

Wako Solok Ramadhani Kirana Putra Terima Penghargaan Parasamya Karya Kencana 2026

Jumat, 6 Nov 2026 | 11:31 WIB

Wako Ramadhani Sentil Sikap Pejabat yang Enggan Ucapkan Sumpah Jabatan saat Pelantikan

Jumat, 30 Okt 2026 | 16:12 WIB

“Di komunitas ini ada investor, ada peternak, jadi mereka bertemu dalam group dan bicara soal prospek dan pemecahan berbagai persoalan peternakan kambing,” tuturnya.

Selain itu, Hendra juga aktif sebagai ketua Himpunan Peternak Kambing Domba Indonesia (HPDKI) cabang Solok. Pengurus dan anggotanya merupakan peternak kambing dan domba di wilayah Solok Raya (Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan).

Awal membangun komunitas dan HPDKI, tidak sedikit kerikil tajam yang dihadapi Hendra. Dirinya bahkan kerap dipandang sebelah mata. Akan tetapi, pertentangan itu menjadi persahabatan dan kemitraan.

“Terkadang banyak pertentangan saat berdiskusi soal pola beternak, ada ego dari yang sudah lama beternak, tapi itu semua hanya soal komunikasi. Dan akhirnya menjadi sebuah kekuatan untuk menyatukan,” ungkapnya.

Keliling Daerah Hingga Jadi Pemuda Pelopor

Dulu, Hendra hanya bisa bermimpi bisa naik pesawat, mengunjungi berbagai daerah di Indonesia. Namun, berkat ilmu dan usaha peternakan kambing yang digelutinya, mimpi itu berbuah kenyataan.

“Tidak pernah terbayangkan naik pesawat, dan melihat tanah Jawa, dan Alhamdulillah dari usaha ternak kambing semua bisa jadi kenyataan, jalan-jalan keliling daerah,” sebut Hendra menceritakan perjalanannya.

Keaktifan Hendra dalam organisasi dan usaha, sudah menghantarkannya ke Malang, Banten, Yogyakarta, Jakarta dan daerah lainnya. Hendra juga kerap diutus daerah mengikuti pelatihan dan seminar peternakan.

Silahturahmi dan relasi usaha ternak kambing terus dibangun Hendra, tidak hanya dalam daerah tapi juga luar daerah. Hendra bahkan pernah menjual kambingnya hanya untuk menghadiri silahturahmi HPDKI di Jakarta.

Hendra menyadari, silahturahmi merupakan ujung tombak dalam mengembangkan dan memasarkan produk dari usaha yang digeluti. Selain untuk pengembangan usaha, juga sembari mencari ilmu baru.

“Kalau hanya berkutat dalam daerah, seperti katak dalam tempurung. Banyak diluar sana orang sukses yang kita perlu belajar kepada mereka,” bebernya.

Ilmu yang diperoleh Hendra dari seminar, silahturahmi sesama pengusaha kambing tidak disimpan sendiri. Hendra menularkan kepada kelompok-kelompok Peternak di Kota Solok.

Hendra juga kerap diminta untuk menjadi narasumber dalam berbagai pelatihan. Tidak hanya pelatihan soal kambing, tapi juga pelatihan enterpreneur bagi kalangan anak muda. Hendra juga trainer di Qualified Training Center (QTC).

“Kalau rejeki kita tidak tahu, dari menjadi narasumber dan trainer juga menjadi penghasilan tambahan dan menambah pengalaman,” kisahnya.

Kiprah anak pasangan Syafrudin dan Miswarni ini dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Solok, turut mengantarkannya menjadi pemuda pelopor.

Secara berturut-turut, Hendra menjadi juara program pemuda pelopor tingkat Kota Solok tahun 2018, 2019 dan 2020. Di tingkat provinsi, Hendra juga juara tiga dan juara dua.

Pemilihan Pemuda Pelopor merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap para pemuda atas prestasi dan kontribusi dalam memajukan perekonomian masyarakat. Mulai dari bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna dan lainnya.

“Sebelum mengikuti program Pemuda Pelopor, kita sudah melakukannya ditengah masyarakat. Menggerakkan masyarakat untuk berwirausaha dengan beternak,” jelasnya sembari memperlihatkan piagam penghargaan yang diterima.

Langkahnya dalam program Pemuda Pelopor memang terhenti di tingkat provinsi Sumatra Barat. Tak sampai di kancah nasional. Hendra terkendala dengan rumah produksi dan sarana prasarana.

Kendati demikian, Hendra tidak berkecil hati. Yang terpenting bagi dirinya, bagaimana peternakan kambing di Kota Solok berkembang dan membawa dampak besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi, saat ini perekonomian masyarakat sangat sulit akibat pandemi. Tidak sedikit usaha yang harus gulung tikar. Menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Belum pasti entah kapan pandemi ini berlalu.

“Dalam kondisi seperti ini, peran seluruh elemen sangat penting, terutama para pemuda kreatif. Berbuat saja dulu, berikan kontribusi untuk kemajuan daerah,” semangatnya.

Peternak Negri Sipil

Mimpi untuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS) seakan tidak pernah ada dalam benak Hendra. Dirinya, lebih memilih menjadi Peternak Negri Sipil, istilah yang kerap dibahasakannya saat menjadi narasumber enterpreneur.

Nenek Hendra pernah bercerita, rumah yang saat dihuninya dibangun secara bertahap dari menjual kambing. Itu salah satu motivasi baginya, orang tua dulu yang beternak dengan cara tradisional, tapi bisa bangun rumah. Kalau secara modern tentu bisa lebih dari itu.

Takdir hidup Hendra dalam usaha kambing seolah sudah tergaris. Setamat SMA 2016 lalu, Hendra sebetulnya diajak orang tua untuk ikut hijrah ke Pekanbaru, melanjutkan usaha jahit pakaian yang digeluti ayahnya.

Kala itu, Hendra yakin bisa sukses dengan beternak kambing dan menolak ajakan ayahnya. Sementara, adik-adiknya ikut bersama ayah dan ibunya ke Pekanbaru.

“Saya pernah berjanji kepada ayah, jika saya gagal beternak kambing, maka saya akan menyusul ke Pekanbaru dan melanjutkan usaha ayah,” kenangnya.

Hendra tidak mencela teman atau orang yang mengejar cita-cita menjadi pegawai negri, itu hal yang wajar. Selain bekerja dalam ruangan, tidak bercampur kotoran, juga ada jaminan hari tua. Tapi bagi Hendra ada kebahagiaan tersendiri di dunianya saat ini.

Hendra bahkan punya cita-cita, bagaimana Kota Solok menjadi sentra ternak kambing di Sumatra Barat. Belajar dari Kota Padang Panjang dengan julukan Serambi Madinah, namun terkenal dengan peternakan dan produk susunya, Kota Solok yang berjuluk Serambi Madinah juga harus punya brand peternakan tersendiri.

“Kita harus membangun sistim terintegrasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari produksi bakalan, pakan dan pemasaran. Peternak harus masuk pasar agar keuntungan ternak bisa lebih meningkat, tidak terjerat mata rantai distribusi yang merugikan peternak,”harapnya.

Prospek usaha kambing perah di Kota Solok masih terbuka lebar. Saat ini, tidak sampai hitungan jari peternak kambing perah, dengan populasi lebih kurang 100 ekor kambing Peranakan Etawa.

Permintaan akan kambing untuk kurban dan aqiqah juga sangat tinggi. Bahkan, harus didatangkan kambing dari luar daerah memenuhi kebutuhan di Kota Solok. Hendra saat ini juga bekerja sama dengan Dompet Duafa dan Mahir Farm Indonesia untuk pemenuhan kebutuhan kambing di daerah Solok Raya.

Per November 2021, Dinas Pertanian Kota Solok mencatat, jumlah populasi kambing di Kota Solok sebanyak 1.275 ekor, didominasi oleh kambing Kacang. Jumlah ini terbilang rendah, mengingat tingginya kebutuhan kambing, terutama pada hari raya kurban. Prospek usaha ternak kambing masih sangat terbuka.

Tags: KambingKota Solok

Berita Lainnya

Wako Solok Ramadhani Kirana Putra Terima Penghargaan Parasamya Karya Kencana 2026

Jumat, 6 Nov 2026 | 11:31 WIB

Wako Ramadhani Sentil Sikap Pejabat yang Enggan Ucapkan Sumpah Jabatan saat Pelantikan

Jumat, 30 Okt 2026 | 16:12 WIB

Bersama Kominfo, Wartawan Kota Solok Sharing Informasi ke PWI Riau

Selasa, 27 Okt 2026 | 22:31 WIB

Belajar dari Pekanbaru, Kota Solok Segera Luncurkan Layanan TRC 112

Senin, 26 Okt 2026 | 14:18 WIB
Selanjutnya
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama santri

Gubernur Sumbar Lepas 36 Santri MAPK/MAN Padang Panjang ke Timur Tengah

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara