MENTAWAI,KLIKPOSITIF – Masyarakat Mentawai di Tua Pejat Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah dapat menikmati berbagai layanan perbankan dengan mudah. Tomi Indra, seorang AgenBRILink di jalan Kilometer Nol di Tua Pejat mengatakan dengan akses dan teknologi yang bisa dijangkau, masyarakat dan pengunjung yang datang ke Mentawai bisa melakukan berbagai jenis transaksi keuangan dengan mudah.
“Masyarakat biasa mengirim atau menarik uang tunai di sini. Banyak juga pembeli yang melakukan pembayaran dengan QRIS. Ini sangat membantu karena orang tidak perlu membawa banyak uang tunai. Tua Pejat ini kan didatangi oleh banyak orang dari berbagai negara, dengan pembayaran non tunai sangat membantu banyak orang,” katanya Jumat,22/5.
Tomi mengatakan telah membuka toko di Mentawai sejak tahun 2018. Sejak dimulai usahanya terus berkembang mengikuti kebutuhan dan permintaan pasar di Tua Pejat yang terus berubah. Pada awalnya Bara Shop, begitu nama toko milik Tomi, merupakan toko P&D yang menyediakan beragam kebutuhan logistik. Dia mengaku saat ini transaksi non tunai di tokonya mencapai lebih dari Rp 50 juta per bulan. Berada di Ibukota Kabupaten Mentawai, membuat perkembangan usahanya terus bertumbuh.
“Awalnya saya menjual berbagai kebutuhan harian dan P&D. Namun perlahan terus bergeser hingga sekarang ini. Kini saya juga menyediakan peralatan listrik dan aksesoris. Transaksi digital seperti belanja pakai QRIS, menarik atau mengirim uang adalah yang paling digunakan oleh pembeli. Dan terbukti itu sangat membantu termasuk juga para wisatawan lokal dan pelancong dari luar negeri,” kata Tomi.
Tua Pejat merupakan salah satu pintu masuk utama ke Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai. Dengan pelabuhan yang melayani kapal feri dan kapal cepat dengan rute padat, Tua Pejat dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai belahan dunia. Transaksi digital dan non tunai menjadi sebuah layanan yang bisa dinikmati banyak orang.
Anima Sihaloho, warga dusun Matobe mengaku sangat terbantu dengan adanya AgenBRILink yang mendukung transaksi non tunai. Anima yang juga seorang pemandu wisata mengatakan, fasilitas transaksi non tunai bisa menjadi salah satu daya tarik bagi para pelancong.
“Biasanya para turis yang akan berkunjung itu bertanya di situ apakah ada ATM atau bisa melakukan penarikan uang dari bank apa saja begitu. Membawa uang tunai dalam jumlah banyak dan perjalanan jauh bagi turis itu sangat merepotkan. Bisa melakukan pembayaran dengan QRIS saja sudah sangat membantu,” tuturnya.












