PADANG, KLIKPOSITIF – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat mencatat, hingga Kamis, 18 Februari, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) baru mencapai 75 persen dari sekitar 35 ribu sasaran vaksinasi di provinsi itu.
Data itu diungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi saat silaturahmi dengan Penjabat Gubernur Sumbar, Kamis malam.
“Terakhir angka vaksin tahap pertama untuk tenaga kesehatan kita mencapai 75 persen dari sekitar 35 ribu sasaran vaksin. Ada sedikit keterlambatan kemarin. Sementara, untuk tahap kedua sudah capai 26 persen,” terangnya.
Dari data tersebut, di antara 19 kabupaten kota, yang paling banyak partisipasi vaksinnya adalah tenaga kesehatan di Kota Padang yang sudah mencapai angka 80 persen. Sementaram yang terendah di Kabupaten Kepulauan Mentawai, di angka 43 persen.
“Kalau di Mentawai ini lebih disebabkan karena faktor geografis,” ungkapnya.
Diakui Arry, masih rendahnya pencapaian vaksin untuk nakes ini, karena dalam pelaksanaannya, ada kendala terkait adanya nakes yang masuk kriteria memiliki penyakit bawaan komorbit, seperti hipertensi dan diabetes.
“Ternyata tenaga kesehatan yang akan divaksin cukup banyak yang mengalami hipertensi dan diabetes. Contohnya, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dari 20 orang nakes yang akan divaksin di Rumah sakit Universitas Andalas (Unand), ternyata hanya enam orang yang bisa divaksin. Selebihnya tidak bisa, salah satunya disebabkan karena hipertensi,” ungkapnya.
Namun, semua keterlambatan vaksin nakes tersebut sedah bisa ditangani. Karena, minggu lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, sudah mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru yang menyatakan, maksimal tenaga kesehatan yang tensi mencapai 180, juga bisa divaksin Covid-19. “Biasanya standar tensinya 140. Sekarang dengan adaya SE dari Menteri Kesehatan sudah bisa 180 tensinya,” tambahnya.
Arry berharap, hingga akhir bulan ini, seluruh nakes sudah divaksinasi. Karena jika tidak, maka akan berpengaruh pada vaksinasi tahap dua dan tiga. “Kita targetkan sampai akhir bulan ini seluruh nakes sudah divaksin. Yang menyatakan menolak hingga sekarang belum ada. Terkait fasiltas untuk vaksin di daerah-daerah juga sudah mencukupi,” terangnya.
Arry juga memastikan, hingga sekarang belum ada efek samping yang membahayakan bagi nakes yang sudah divaksin. Yang ditemukan selama ini, nakes setelah divaksin merasakan gejala pusing, rasa ngantuk dan pegal-pegal.
“Pernah ada yang dikuatirkan kondisinya setelah divaksin. Namun, setelah diperiksa tim ahli, ternyata penyebabnya ada faktor kecemasan berlebihan,” tutupnya.
Sementara Pj Gubernur Sumbar Hamdani menegaskan, salah satu tugasnya diutus Mendagri untuk menggenjot capaian vaksinasi di Sumbar.
“Kami akan gencarkan vaksinasi hingga ke pelosok negeri termasuk anggaran untuk penanggulangan Covid-19,” terangnya. (*)






