Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:14 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Stres dan Kebiasaan Tidur Buruk Penyebab Seseorang Insomnia

Fitria Marlina
Senin, 17 Nov 2025 | 14:56 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Sebuah survei CDC tahun 2020 menemukan bahwa sekitar 14,5% orang dewasa kerap mengalami kesulitan tidur hampir setiap hari dalam sebulan terakhir.

“Dalam dunia klinis, insomnia biasanya didiagnosis ketika seseorang kesulitan memulai tidur dan sering terbangun selama tidur setidaknya tiga kali seminggu,” jelas dr. Shalini Paruthi, profesor tambahan kedokteran internal dan pediatri di St. Louis University School of Medicine sekaligus juru bicara American Academy of Sleep Medicine.

Insomnia kronis bisa dipicu banyak faktorβ€”mulai dari stres, kebiasaan tidur yang buruk, nyeri kronis, efek samping obat, hingga gangguan tidur lain seperti sleep apnea.

Baca Juga

Ini Manfaat Kesehatan yang Anda Peroleh dari Membaca Buku

Jumat, 2 Okt 2026 | 08:42 WIB

Lima Cara Efektif Membantu Meredakan Stres

Sabtu, 15 Agu 2026 | 08:45 WIB

Terapi lini pertama insomnia biasanya adalah terapi perilaku kognitif (CBT), pendekatan psikologis yang membantu pasien mengubah pola pikir dan kebiasaan seputar tidur.

β€œPenderita insomnia kerap kehilangan harapan untuk bisa tidur. Mereka mengantisipasi akan berbaring lama dengan pikiran yang terus berlari. CBT membantu mereka menata ulang cara berpikir dan pendekatan mereka terhadap tidur,” kata Paruthi.

Berbeda dari terapi bicara lain, CBT tidak menuntut pasien membahas pengalaman atau trauma masa lalu. Fokusnya adalah membangun teknik untuk menenangkan pikiran dan mempermudah transisi menuju tidur.

β€œKita memiliki bukti yang kuat bahwa CBT bisa bekerja seefektif obat tidur, bahkan lebih tahan lama karena pasien membentuk kebiasaan baru. Biasanya, perbaikan gejala insomnia mulai terlihat dalam dua hingga enam minggu terapi,” ujar Paruthi.

Walaupun olahraga bukan terapi utama dalam pedoman klinis, Paruthi sering merekomendasikan 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu sebagai pendukung perawatan.

Tags: InsomniaStres

Berita Lainnya

Ini Manfaat Kesehatan yang Anda Peroleh dari Membaca Buku

Jumat, 2 Okt 2026 | 08:42 WIB

Lima Cara Efektif Membantu Meredakan Stres

Sabtu, 15 Agu 2026 | 08:45 WIB

Melihat Hubungan Kecemasan dan Insomnia

Rabu, 15 Jul 2026 | 16:15 WIB

Yoga, Tai chi, Jalan kaki, dan Lari Mampu Bantu Atasi Insomnia

Kamis, 2 Jul 2026 | 07:41 WIB
Selanjutnya

Jamin Kepastian Takaran Timbangan, UPTD Metrologi Legal Kota Solok Lakukan Tera Ulang

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara