Kota Solok, Klikpositif – Penyakit Tubercolosis (TBC) masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat. Data Global TB Report 2023, Indonesia tercatat sebagai negara terbesar kedua setelah India dengan kasus TB tertinggi.
Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Solok melalui Puskesmas KTK terus mengoptimalkan peran kader TB dalam pencegahan penularan di tengah masyarakat. Hal ini untuk deteksi dini penderita TB sehingga tidak menular lebih luas.
Kepala Puskesmas KTK, dr. Yulia Primiyani mengatakan, penyakit TB menjadi salah satu penyakit menular yang berpotensi menyebar di masyarakat. Untuk itu, peran kader sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah penularan.
“TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak nafas,” terang Yuli, Kamis (24/10/2024).
Di wilayah kerja Puskesmas KTK, terdapat 20 orang kader TB yang meliputi 4 kelurahan; IX Korong, KTK, Aro IV Korong serta Kelurahan Simpang Rumbio Kota Solok. Kader merupakan masyarakat yang berperan aktif dalam penanggulangan TB.
Khusus di wilayah kerja Puskesmas KTK, tercatat target deteksi TB pada tahun 2024 sebanyak 496 orang. Sementara dari pendataan yang dilakukan baru 177 suspektor yang ditemukan pada pelayanan di Puskesmas KTK.
“Kita minta kader TB kian aktif membantu menemukan orang yang dicurigai sakit TB atau TBC dan penderita TB. Membantu Puskesmas dalam membimbing dan memotivasi PMO untuk selalu melakukan pengawasan menelan obat Kader TB dapat menjadi spion dari petugas TB Puskesmas yang ada di kelurahan,” harapnya.
Penanggungjawab Program TBC Puskesmas KTK, Essy Marni menjelaskan, 1 orang pasien TB berpotensi menularkan kepada 10 orang. Maka dari itu dibutuhkan peran aktif kader untuk mendeteksi keluarga atau masyarakat yang dicurigai penderita TB dengan melaporkannya ke Puskesmas KTK.
“Kepada kader sebagai perpanjangan tangan pemerintah, agar mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan kalau TB bukanlah aib, tetapi penyakit menular yang harus segera ditangani,” jelas Essy.







