Kota Solok, Klikpositif – Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi media dalam penyebarluasan informasi seputar Kota Solok. Wartawan dan media massa menjadi jembatan informasi antara pemerintah daerah dan masyarakat serta dunia luar.
Kiprah wartawan juga turut membantu dalam penyebarluasan informasi soal banjir yang melanda Kota Solok. Dari informasi itu, dunia luar dan juga perantau yang ada di berbagai wilayah di Indonesia juga mengetahui informasi terkait peristiwa yang terjadi di Kota Solok.
“Terimakasih atas dukungan wartawan Kota Solok dalam menyebarluaskan informasi, termasuk saat peristiwa banjir yang melanda daerah. Sampai saat ini, Pemerintah Kota Solok masih fokus untuk mempercepat pemulihan pasca terjadinya bencana,” kata Wako Ramadhani, Selasa (5/12/2025).
Wako juga menegaskan, wartawan merupakan Mitra strategis bagi pemerintah daerah. Kemitraan lintas sektor yang terbangun akan mendorong kemajuan. Apalagi, wartawan merupakan pilar demokrasi serta bagian tak terpisahkan dari sosial kontrol bagi pemerintah.
“Ke depan, tentunya Pemerintah Kota Solok, khususnya melalui Dinas Komunikasi dan Informasi akan terus memperkuat kerjasama dan kemitraan dengan kalangan wartawan. Peran wartawan cukup vital dalam menentukan arah pembangunan Kota Solok ke depan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Wako Ramadhani Juga menjelaskan terkait penanganan dampak bencana di Kota Solok. Banjir yang melanda Kota Solok terjadi dalam dua gelombang, pertama tanggal 25 November 2025, kemudian disusul 2 hari setelahnya.
Dalam masa darurat, Pemerintah Kota Solok bersama relawan dan instansi terkait telah melakukan upaya evakuasi dan penyelamatan terhadap masyarakat di titik-titik parah banjir. Masyarakat dievakuasi ke titik-titik pengungsian dan lokasi aman lainnya.
Pemerintah Kota Solok juga segera mengalokasikan makanan untuk masyarakat terdampak. Alokasi makanan siap saji juga berasal dari berbagai pihak. Dukungan itu untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.
“Kota Solok menetapkan masa tanggap darurat dari 28 November hingga 8 Desember 2025. Jika memang kondisi melandai dan tidak terjadi bencana susulan, maka masa tanggap darurat akan kita tutup, tetapi jika sebaliknya, akan kita perpanjang,” tutupnya.
Pemerintah Kota Solok juga sudah menerima bantuan Beras Cadangan Pemerintah sebanyak 28 ton lebih untuk disalurkan kepada 9.375 jiwa yang terdampak langsung bencana banjir di Kota Solok.






