Kota Solok, Klikpositif – Musibah banjir yang melanda Kota Solok menyisakan duka bagi masyarakat. Sejak banjir 25 November 2025, Ribuan rumah warga terendam. Kondisi ini memaksa sebagian masyarakat terdampak untuk mengungsi ke tempat aman.
Memasuki hari keempat banjir, Pemerintah Kota Solok bersama instansi terkait serta relawan terus berupaya melakukan upaya penanggulangan. Langkah kolaboratif dilakukan untuk menekan dampak lebih luas dari bencana banjir.
Dalam penguatan pengendalian dampak banjir, Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menginstruksikan seluruh ASN untuk turun menjadi relawan. Pegawai diharapkan aktit membantu masyarakat yang terdampak.
Wako Ramadhani mengatakan, kondisi bencana hidrometeorologi membawa dampak yang lebih luas dan tidak dapat diprediksi. Cakupan daerah banjir cukup luas dan menyebabkan dampak yang lebih parah dari biasanya.
βHari keempat bencana hidrometeorologi ini, kita secara resmi menetapkan Kota Solok sebagai daerah darurat bencana,” ungkap Wako Ramadhani Kirana Putra saat memimpin apel gabungan Jum’at (28/11/2025) sore di Balai Kota Solok.
Meilhat luasnya dampak banjir, Wako memprediksi pemulihan tidak akan berlangsung cepat, sehingga dukungan tambahan dari ASN menjadi sangat penting dalam memperkuat langkah penanggulangan dampak bencana.
βKita tidak bisa memprediksi dampaknya. Tahun ini sangat berbeda, bencana ini tidak hanya selesai begitu saja. Para relawan perlu didukung secara total oleh ASN, terutama yang berusia di bawah 40 tahun. Sebagai ASN, kita tidak bisa berlepas tangan atas kondisi yang terjadi di kota kita,β tegasnya.
ASN diminta siap membantu dalam berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, pelayanan logistik, hingga pembersihan rumah warga terdampak termasuk perkantoran.
βTugasnya adalah membagikan makanan bagi korban, membersihkan lingkungan dan rumah terdampak, itu semua harus kita laksanakan dengan cepat dan penuh empati,β pungkasnya.






