Kota Solok, Klikpositif – Tahun 2025 menjadi tahun yang cukup berat bagi Pemko Solok. Kebijakan efisiensi anggaran memaksa Kota Solok mengurangi anggaran sebesar Rp 106 Miliar. Pengurangan tersebut juga sebagai langkah antisipasi untuk menghindari tunda bayar di akhir Tahun.
“Harus kita akui, cukup berat bagi Kota Solok, dan Kondisi ini perlu kita pahami bersama terkait keterbatasan anggaran yang terjadi,” ungkap Dhani saat menjadi pembina apel di Halaman Dinas Pendidikan Kota Solok, Senin (21/4/2025).
Kendati cukup tertatih dengan kondisi anggaran, ulas Dhani, tidak menjadi alasan program kegiatan menjadi tersendat. Masih banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan berbagai program, termasuk di Dinas Pendidikan.
Dhani sangat mengapresiasi sekolah-sekolah yang tetap bergerak melaksanakan berbagai program kegiatan dan pendidikan tanpa adanya anggaran dari APBD dan APBN. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan pendidikan.
“Kami mengapresiasi sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan non budgeting di luar APBD dan APBN. Seperti beberapa hari lalu SMPN 3 Kota Solok menggelar turnamen futsal, dan Sekolah lain yang akan melaksanakan kegiatan. Inilah ruang-ruang yang perlu kita siapkan untuk anak-anak kita,” bener Dhani.
Dalam kesempatan itu, Wako juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Disdik, guru dan tenaga kependidikan yang dengan ikhlas terus berupaya mencerdaskan kehidupan generasi penerus. Tentu, ke depan segala upaya perlu ditingkatkan.
“Bapak dan Ibu merupakan orang penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia penerus. Mari kita dampingi dan beri pengajaran lebih baik lagi untuk yang terbaik di masa yang akan datang,” harap Wako.
Menurutnya, saat ini banyak problem yang dihadapi dunia pendidikan. Dhani berharap lebih intens berkomunikasi antara Kepala Sekolah dan Guru untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada orang tua. Banyak perilaku yang kurang baik diluar pengawasan guru.
“Kenakalan remaja menjadi ancaman serius bagi anak-anak kita. Untuk itu perlu peran besar sekolah, guru dan orang tua. Bagaimana orang tua memahami perannya menjaga masa depan anaknya. Jika yang sudah mengerti perannya Alhamdulillah, serta bagi yang belum mengerti mari kita bersama berikan edukasi,” tutup Dhani.






