Selasa, 22 Sep 2026 - 05:35 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Wakil Rektor Universitas Paramadina: Pembatasan Kuota PTN Wujudkan Keadilan Ekosistem Pendidikan Tinggi

Muhammad Haikal
Rabu, 18 Mar 2026 | 09:59 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, KLIKPOSITIF — Kebijakan pemerintah untuk membatasi kuota mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan keadilan bagi seluruh elemen pendidikan nasional, baik negeri maupun swasta. Hal ini merespons pernyataan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang sebelumnya meminta kebijakan tersebut ditelaah ulang karena khawatir akan menghambat akses pendidikan bagi masyarakat ekonomi lemah.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan bentuk eksklusivitas, melainkan upaya penataan ulang tata kelola pendidikan agar lebih proporsional. Menurutnya, selama ini posisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sering kali tidak seimbang dibandingkan PTN dalam aspek penerimaan mahasiswa maupun alokasi dukungan pemerintah.

Terkait kekhawatiran mengenai akses bagi mahasiswa dari golongan bawah, Handi menjelaskan bahwa solusinya bukan dengan menumpuk mahasiswa di PTN, melainkan melalui penguatan beasiswa yang masif.

Ia memaparkan bahwa saat ini pemerintah telah menyalurkan beasiswa kepada 200 ribu mahasiswa per tahun, dengan total penerima beasiswa nasional mencapai lebih dari satu juta orang jika digabungkan dengan sektor nonpemerintah.

β€œDengan dana pendidikan yang besar, beasiswa ini bisa ditingkatkan dua kali lipat. Jadi anak miskin kalau mau kuliah pasti ada beasiswa,” ujar Handi Risza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3).

Ia juga menambahkan bahwa instrumen seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) harus benar-benar dijaga agar tepat sasaran. Handi menekankan, β€œJangan sampai KIP kuliah dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu, sehingga penyalurannya menjadi bermasalah, tidak merata dan tidak tepat sasaran.”

Baca Juga

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan

Minggu, 19 Jul 2026 | 13:58 WIB

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

Minggu, 26 Apr 2026 | 06:30 WIB

Lebih lanjut, Handi menyampaikan bahwa pembatasan kuota mahasiswa akan memberikan ruang bagi PTN untuk berhenti mengejar jumlah mahasiswa dalam skala besar demi pendapatan (PNBP) semata. Sebaliknya, PTN didorong untuk fokus pada kualitas riset, inovasi, dan peningkatan daya saing di level internasional.

Ia secara tegas menyatakan bahwa PTN harus mulai menetapkan standar yang lebih tinggi di masa depan. β€œTetapi PTN sudah harus menargetkan dalam beberapa waktu ke depan bisa masuk dalam rangking 50-100 kampus paling top di dunia,” cetusnya.

Handi Risza mengingatkan bahwa PTS adalah pilar utama dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia, mengingat jumlah institusi dan kontribusi mahasiswanya merupakan mayoritas secara nasional. Keadilan bagi PTS, menurutnya, adalah tentang memastikan jutaan mahasiswa tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui kebijakan yang seimbang dan inklusif.

β€œMasa depan pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya bergantung pada kekuatan perguruan tinggi negeri, tetapi juga pada kemampuan negara untuk memberdayakan perguruan tinggi swasta sebagai mitra strategis dalam membangun bangsa,” tutup Handi.

Tags: Paramadina

Berita Lainnya

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan

Minggu, 19 Jul 2026 | 13:58 WIB

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

Minggu, 26 Apr 2026 | 06:30 WIB

Paramadina dan Mitra Gelar Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Minggu, 1 Feb 2026 | 08:56 WIB
Selanjutnya

Bulog Sumbar dan Pemko Padang Salurkan Bantuan Pangan di Kelurahan Belakang Pondok

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara