Selasa, 22 Sep 2026 - 05:18 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Seminar Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI: Mempersiapkan Transformasi Dunia Pendidikan Nasional di Era Kecerdasan Buatan

Muhammad Haikal
Minggu, 19 Jul 2026 | 13:58 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, KLIKPOSITIF — Universitas Paramadina bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan seminar pendidikan kolaboratif berskala nasional guna membahas disrupsi teknologi di dunia akademik. Bertajuk “Transformasi Dunia Pendidikan di Era AI: Peluang, Tantangan dan Inovasi Masa Depan”, forum strategis ini digelar di Auditorium Firmanzah, Kampus Cipayung, Jakarta Timur, dengan menghadirkan para pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi pendidikan. Acara ini dihadiri oleh 80 peserta guru, dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, dan siswa SMA.
Inovasi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) telah membawa pergeseran mendalam pada konstelasi ekonomi dan tatanan global.

Universitas Paramadina memandang tantangan ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan penguasaan keahlian teknologi dengan kedalaman integritas akhlak mahasiswa, searah dengan pilar universitas: Keislaman, Keindonesiaan, dan Kemodernan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., yang hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker), menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menyikapi disrupsi ini. Menurutnya, penetrasi AI tidak boleh memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Negara harus memastikan bahwa penetrasi teknologi AI di sektor pendidikan tidak menciptakan jurang pemisah baru di Indonesia. Fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI Komisi X akan terus kami optimalkan demi menjamin pemerataan fasilitas digital dan peningkatan kompetensi guru dari Sabang sampai Merauke, sehingga akselerasi inovasi masa depan ini dapat dirasakan tepat sasaran oleh seluruh anak bangsa,” katanya.

Di samping regulasi tingkat makro, kesiapan kurikulum di tingkat pendidikan tinggi juga menjadi instrumen vital dalam merespons tuntutan zaman.

Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik, Dr. Harry T.Y Achsan, dalam sambutannya menekankan agar kampus secara tangkas memperbarui metode ajar agar para lulusan tidak gagap teknologi namun tetap memegang teguh nilai kemanusiaan.
Sementara itu, dosen Teknik Informatika Universitas Paramadina, M. Darwis, M.Kom., menjelaskan dari sisi keilmuan teknologi informasi bahwa kecerdasan buatan merupakan mesin pengolah data dengan kapasitas luar biasa, namun mutlak membutuhkan batasan etis manusia dalam penggunaannya.

“Artificial intelligence adalah alat yang luar biasa kuat, namun ia tidak memiliki nurani. Di ruang-ruang kelas digital masa depan, kemampuan critical thinking dan pemecahan masalah secara etis jauh lebih berharga daripada sekadar menghafal timbunan informasi. Kita harus melatih mahasiswa untuk menguasai AI secara teknis, sekaligus memiliki pola pikir adaptif yang berakar pada nilai humanitas,” katanya.

Darwis menekankan, orientasi mengajar guru dan dosen harus bertransformasi secara radikal. Fokus pendidikan tidak boleh lagi sekadar mentransfer pengetahuan hafalan yang dengan mudah dicari melalui mesin AI, melainkan wajib bergeser untuk mengasah penalaran tingkat tinggi dan pemecahan kasus nyata di masyarakat.

Meninjau dari perspektif ekonomi makro, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Dr. Handi Rizsa, M.Ec., memaparkan ancaman nyata dari hilangnya beberapa sektor pekerjaan konvensional akibat otomatisasi AI. Ia mendesak adanya rekonstruksi kurikulum pendidikan tinggi nasional secara masif.

Baca Juga

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

Minggu, 26 Apr 2026 | 06:30 WIB

Wakil Rektor Universitas Paramadina: Pembatasan Kuota PTN Wujudkan Keadilan Ekosistem Pendidikan Tinggi

Rabu, 18 Mar 2026 | 09:59 WIB

“Pergeseran ekonomi dunia berbasis AI menuntut transformasi total pada kurikulum perguruan tinggi. Jika kita tidak menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri masa depan yang dinamis, maka risiko pengangguran intelektual akan meningkat. Pendidikan harus diarahkan pada fleksibilitas keahlian dan penguatan integritas berbasis nilai kemodernan serta kebangsaan,” katanya.

Dari sektor praktisi pendidikan menengah, Kepala SMAN 7 Bekasi, Drs. Fajar Heryadi Trimawardi, M.Pd., menyatakan bahwa siswa-siswi di level sekolah menengah paling rentan terpapar dampak negatif teknologi jika tanpa pengawasan yang tepat. Dirinya mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga ini sebagai acuan praktis bagi pihak sekolah.

“Sebagai praktisi di tingkat pendidikan menengah, kami melihat AI sebagai peluang besar sekaligus tantangan moral. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber ilmu, melainkan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak. Kolaborasi seperti seminar ini memberikan panduan strategis bagi sekolah dalam mendesain inovasi pembelajaran sejak dini,” katanya.

Penanggung Jawab Acara yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Beasiswa Universitas Paramadina, Dr. Peni Hanggarini, S.IP., M.A., menambahkan bahwa seminar nasional ini berhasil mengumpulkan aspirasi dari praktisi dan akademisi untuk dirangkum menjadi draf rekomendasi kebijakan strategis.

Tags: Paramadina

Berita Lainnya

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

Minggu, 26 Apr 2026 | 06:30 WIB

Wakil Rektor Universitas Paramadina: Pembatasan Kuota PTN Wujudkan Keadilan Ekosistem Pendidikan Tinggi

Rabu, 18 Mar 2026 | 09:59 WIB

Paramadina dan Mitra Gelar Neo Gen Footwear Design Competition 2025

Minggu, 1 Feb 2026 | 08:56 WIB
Selanjutnya
Konservasi Penyu Amping Parak Pessel

Jurnalis Lingkungan Hidup Siapkan Aksi Tanam Mangrove dan Lepas Tukik di Konservasi Amping Parak saat Hari Mangrove Sedunia

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara