Selasa, 01 Sep 2026 - 00:18 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Wagub Sumbar: Jangan Mentang-mentang Sudah Suntik Vaksin Lupa Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di India saat ini tidak terbendung, bahkan banyak yang menyebut terjadi \"tsunami Covid-19\" di sana. Salah satu penyebabnya adalah lengah karena merasa aman setelah vaksinasi Covid-19

redaksi
Jumat, 30 Apr 2021 | 08:51 WIB
Wagub Sumbar Audy Joinaldy

Wagub Sumbar Audy Joinaldy (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

SOLOK, KLIKPOSITIF – Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy wanti-wanti mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan selalu mendapatkan protokol kesehatan. Peringatan itu disampaikannya agar tidak terjadi tsunami Covid-19 seperti yang dialami India.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy saat safari Ramadan di Masjid Al Amien, Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Solok, Kamis malam (29/4).

“Kasus Covid-19 di India saat ini tidak terbendung, bahkan banyak yang menyebut terjadi “tsunami Covid-19″ di sana. Salah satu penyebabnya adalah lengah karena merasa aman setelah vaksinasi Covid-19,” katanya.

Audy mengingatkan agar masyarakat tetap hati-hati dan menerapkan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun). Termasuk masyarakat yang sudah disuntik vaksin.

“Jangan mentang mentang sudah di vaksin lupa akan protokol kesehatans. Sebelumnya kami sudah mengingatkan, selalu 3M, karena Covid-19 belum habis,” ujarnya.

Baca Juga

Wagub Sumbar Vasco

Mobil Dinas Wagub Sumbar Kecelakaan di Surian Solok, Sopir Diduga Mengantuk

Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Waspadai Super Flu, Semen Padang Hospital Sediakan Layanan Vaksinasi Influenza

Selasa, 3 Feb 2026 | 07:06 WIB

Dia mengungkapkan terlihat saat ini mobilitas masyarakat di Sumbar mengalami eskalasi kenaikan terutama terjadi pada akhir pekan. Khususnya di pusat perbelanjaan di bulan Ramadan ini.

“Saat ini di Sumbar yang masuk zona merah adalah Kabupaten Solok, Solok Selatan, Agam, dan daerah lainnya. Ini yang memang harus kita waspadai,” ucapnya

Belum lagi di daerah provinsi tetangga, seperi Riau, Jambi dan Bengkulu, khususnya daerah Sumatera yang juga termasuk daerah Covid-19. Audy mengungkapkan dalam rapat koordinasi kepala daerah seluruh Indonesia bersama Presiden RI secara virtual. Presiden khawatir jika aktivitas masyarakat tidak dibatasi karena merasa sukses vaksinasi, Indonesia akan bernasib sama seperti India.

“Presiden sangat kekhawatiran terkait mudik, kita harus berkaca pada India yang merasa sukses kemudian terjadi pelonggaran. Untuk itu agar mudik betul-betul dilarang dan diperketat di setiap perbatasan,” ujarnya.

Wagub Sumbar berharap setiap Bupati Walikota se Sumbar bisa melakukan percepatan penangan Covid-19 ini di setiap daerahnya.

“Ketika Covid-19 tidak terkendali, maka dana dana untuk infrastruktur pembangunan, pendidikan, pertanian, pariwisata dan lainnya, akhirnya terpaksa akan dialihkan dalam penangan Covid-19,” ungkapnya.

Kembali Wagub Sumbar menginginkan Bupati Walikota dapat memanfaatkan program Nagari Tageh di berbagai Nagari yang sangat erat dengan budaya asli Minangkabau, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di nagari-nagari atau desa adat di Sumbar.

“Pengendalian Covid-19 berbasis nagari atau desa merupakan komunitas lebih mudah, sehingga pemerintah terbantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Alasannya karena program-program tersebut dilakukan di level paling kecil. Sangat tepat untuk menjawab bagaimana mengatasi pandemi ini dengan mengurangi laju penularan virus ini.

Menutup kegiatan malam itu Gubernur menyerahkan batuan sebanyak Rp20 juta dari pemprov Sumbar, ditambah dengan 100 kain sarung.

Tags: Audy Joinaldycovid-19Protokol KesehatanVaksinVaksin SinovacWagub Sumbar

Berita Lainnya

Wagub Sumbar Vasco

Mobil Dinas Wagub Sumbar Kecelakaan di Surian Solok, Sopir Diduga Mengantuk

Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Waspadai Super Flu, Semen Padang Hospital Sediakan Layanan Vaksinasi Influenza

Selasa, 3 Feb 2026 | 07:06 WIB

Ketua Mabicap dan Kwarcab Pramuka Kabupaten Solok Periode 2025-2030 Dikukuhkan

Rabu, 7 Jan 2026 | 22:47 WIB

Wagub Sumbar Minta Seluruh Perangkat Daerah Terjun ke Lapangan Sikapi Cuaca Ekstrim

Kamis, 27 Nov 2025 | 16:40 WIB
Selanjutnya
Menteri BUMN Erick Thohir

Alat Test Antigen Bekas di Bandara, Erick Thohir: Tak Ada Toleransi! Saya Sendiri Akan Turun Lakukan Evaluasi

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara