SOLSEL, KLIKPOSITIF –Site support manager PT. Supreme Energy Muara Laboh (SEML)memastikan pihaknya tidak akan melaporkan penyebar dan pembuat video semburan uap yang sempat viral di media sosial.
Site Support Manager PT SEML Nofrin Napilus menegaskan, perusahaan tidak akan melaporkan penyebar video karena menganggap masyarakat adalah bagian dari keluarga.
“Kata Pak Supramu tidak usah dilaporkan, karena masyarakat adalah keluarga kita. Perusahaan harus bisa berdampingan dan ramah dengan masyarakat,” kata Nofrin menyampaikan tanggapan pemilik PT SEML Supramu Santosa.
Nofrin menjelaskan pelaku pembuat video semburan uap tersebut diduga adalah masyarakat yang berladang tidak jauh dari lokasi semburan uap tersebut yang sudah sering kali ditegur.
“Mereka menuju ladang itu tidak melalui area perusahaan, tetapi melewati jalan setapak di dalam hutan,” katanya.
Dia menegaskan sesuai standard operasional prosedur perusahaan, tidak sembarangan orang bisa mendekati lokasi tersebut. Semua orang yang mendekati lokasi harus benar-benar memiliki peralatan Alat pelindung diri (APD) lengkap.
“Untuk keamanan, lokasi semburan uap ini kan dirancang jauh dari keramaian dan lokasi pemukiman masyarakat,” katanya.
Kedepan katanya pihaknya akan memperketat pengamanan di sekitar lokasi tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Langkahnya memperketat keamanan dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak berladang atau mendekati lokasi semburan uap, perusahaan tidak akan menempuh jalur hukum, tetapi karena ini proyek vital nasional dan jika kejadian itu menimbulkan keresahan di masyarakat, kita serahkan sepenuhnya kepada instansi terkait,” katanya
Senada Wali Nagari Pauh Duo Zainal berharap pihak perusahaan kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harus disosialisasikan lagi bahaya mendekati lokasi semburan uap, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan keresahan. Kami yang berdampingan dengan perusahaan biasa saja, tetapi karena informasi video ini keluarga di Jakarta dan Batam menelpon menanyakan bagaimana kondisi di Solok Selatan,” katanya






