KLIKPOSITIF – Pihak Kepolisian masih mendalami kasus pembunuhan gadis penjual gorengan di Padang Pariaman Nia Kurnia Sari, beberapa waktu lalu.
Saat ini, pelaku tindakan pembunuhan dan pemerkosaan itu telah ditangkap oleh Polres Padang Pariaman, dan sedang menjalani penyelidikan.
Adapun pelaku yang berinisial IS tersebut diringkus setelah 10 hari kabur dari buruan Polisi dan masyarakat.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol suharyono mengatakan, dari hasil pemeriksaan forensik, menyebutkan hanya ada satu orang yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
Hal itu diketahui dari pemeriksaan DNA cairan milik IS, yang terdapat pada tubuh korban.
Kendati demikian, pihaknya masih perlu memastikan dugaan keterlibatan pihak lain dalam tindakann keji yang dilakukan oleh IS. Meskipun ia mengaku, sebut Suharyono hanya bekerja sendiri.
“Kami tetap kembangkan dugaan pelaku lainnya. Dan kami masih menduga kuat.”
“Dari kesaksian, pengakuan tersangka dan barang bukti, baru satu orang tersangka,” katanya.
Tidak hanya dalam pembunuhan ataupun pemerkosaan, Kepolisian kata Kapolda juga menyelidiki pihak-pihak yang membantu IS dalam pelariannya selama 10 hari tersebut.
Di sisi lain, Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol menyebutkan belum bisa memastikan proses reka ulang tindakan keji yang dilakukan IS.
“Untuk rekonstruksi ulang lihat situasi dulu. Sementara untuk motif tersangka kita pastikan lagi adalah pemerkosaan,” bebernya.
Diketahui, tragedi yang dialami Nia Kurnia Sari ini menarik perhatian publik. Buktinya, saat IS dibekuk, tidak sedikit warga yang mengerubungi lokasi penangkapan.
Berhasilnya Polisi menangkap IS, membuat masyarakat mengapresiasi kinerja Kepolisian.
Apresiasi itu diberikan dalam bentuk karangan bunga yang terpajang di depan Mapolres Padang Pariaman, yang berdatangan dari masyarakat hingga pejabat pemerintah.(*)






