Kota Solok, Klikposititif – UMMY akhirnya menjawab tantangan pengembangan pendidikan perguruan tinggi di Sumatra Barat. Kampus kebanggaan orang Solok ini akhirnya membuka program pascasarjana Magister (S2) Peternakan.
Pembukaan program pascasarjana itu seiring dengan keluarnya izin dari kementerian. Hal tersebut dikuatkan dengan SK Mentri Pendidikan, Sains dan Teknologi tertanggal 8 April 2025 terkait izin pembukaan magister peternakan pada program pascasarjana.
“Alhamdulillah, ini masih panas, dan status akreditasinya ‘BAIK’ karena memang diproses langsung oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi,” terang Rektor UMMY, Prof. Syahro Ali Akbar, Kamis (24/4/2025).
Menurut Prof. Syahro, proses pengajuan pembukaan progran studi S2 Peternakan tersebut sudah diproses sejak 5 Februari 2024 lalu. Kemudian pada 9 Februari 2024, divalidasi langsung oleh BAN-PT, dan keluar akreditasinya dengan status BAIK dan menunggu SK.
“Butuh proses dan waktu cukup lama hingga keluarnya SK ini, sekitar 1 tahun 2 bulan. Banyak liku perjuangan yang dilakukan, dan kita sangat bersyukur atas hasil dari kerja keras tim hingga program S2 Peternakan ini bisa dibuka,” papar Syahro.
Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli mengapresiasi kinerja Rektor dan jajaran serta Badan Pembina, Pengurus dan yayasan yang telah bekerja keras membangun UMMY. Tepat di usia 40 tahun 11 bulan, UMMY akhirnya meluncurkan Program Magister Peternakan.
“Dosen yang ada tidak kita ragukan lagi kapasitasnya. Tentu kami sebagai lembaga dan anggota DPRD serta masyarakat sangat menyambut baik hadirnya program S2 ini karena bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan program studi bagi masyarakat,” kata Fauzi.
Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra menyampaikan selamat atas dibukanya program Magister Peternakan di UMMY. Menurutnya, Pemerintah Kota Solok akan sangat mendukung hadirnya program S2 tersebut
“Sebagai bentuk suport, kami tadi sudah komunikasi dengan Dinas pertanian Kota Solok, berapa orang yang bisa melanjutkan ke program S2. Ternyata baru ada 3 orang. InsyaAllah, berapa orang nantinya akan kami tanggung biaya kuliahnya melalui APBD,” papar Dhani.






