Sabtu, 07 Nov 2026 - 15:22 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Semen Padang

Transformasi Berbasis Lingkungan, Semen Padang Gencar Sosialisasikan Nabuang Sarok dan Kaliandra

Riki Suardi
Selasa, 18 Okt 2022 | 17:04 WIB
Semen Padang Sosialisasikan Nabuang Sarok dan Kaliandra

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Rinold Thamrin, sosialisasikan pohon kaliandra kepada Bupati Sijunjung, Dwifa Yuswir, S.STP., M.Si, beberapa waktu lalu

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – PT Semen Padang terus melakukan berbagai transformasi dalam mendukung operasional perusahaan yang ramah lingkungan. Hal itu dilakukan dengan menjadi pionir pengembangan tanaman kaliandra sebagai salah satu bahan bakar alternatif terbarukan, dan penggunaan aplikasi Nabuang Sarok, sebagai solusi mengatasi masalah sampah dan alternatif pengurangan bahan bakar fosil.

“Penanaman pohon Kaliandra dan implementasi aplikasi Nabuang Sarok merupakan dua transformasi berbasis lingkungan yang dilakukan perusahaan di tahun 2022 ini. Program ini selain ramah lingkungan, juga dapat membantu pemerintah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati di Padang, Selasa (18/10/2022).

Anita menjelaskan, aplikasi Nabuang Sarok merupakan aplikasi berbasis web milik Semen Padang yang diluncurkan pada puncak HUT ke-64 Pengambilalihan Semen Padang dari tangan Belanda, 5 Juli 2022. Aplikasi ini sengaja diluncurkan dalam membantu pemerintah dalam mengurangi sampah.

Sejak diluncurkan hingga sekarang, PT Semen Padang terus gencar mensosialisasikan aplikasi Nabuang Sarok kepada masyarakat melalui berbagai instansi, seperti pemerintah daerah dan sekolah-sekolah dengan harapan agar masyarakat memilah sampahnya sebelum dibuang, sehingga jumlah timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dapat berkurang.

Baca Juga

Tim Medis SPH Berikan Layanan Kesehatan pada SP Tennis Series Semen Padang IMTC Cup

Senin, 29 Jun 2026 | 10:37 WIB
PT Semen Padang Ajak Warga Indarung dan Sekitarnya Ramaikan Salat Iduladha 1447 H

PT Semen Padang Ajak Warga Indarung dan Sekitarnya Ramaikan Salat Iduladha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:22 WIB

“Sampah itu permasalahan utama pemerintah. Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga pemerintah pusat. Melalui aplikasi Nabuang Sarok ini, kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang. Kemudian sampah yang telah dipilah diharapkan dapat disetor ke aplikasi Nabuang Sarok. Sampah disetor itu nantinya akan digunakan PT Semen Padang sebagai alternatif bahan bakar,” kata Anita.

Menurut Anita, dengan dijadikannya sampah yang telah dipilah sebagai alternatif pengurangan bahan bakar fosil, maka PT Semen Padang tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi jumlah timbunan sampah di TPA, tapi juga berkontrubusi dalam pengurangan bahan bakar fosil. Namun begitu, tidak semua sampah yang dipilah bisa dimanfaatkan PT semen Padang sebagai bahan bakar pengganti fosil.

Sampah yang dimanfaatkan adalah kertas, daun, ranting, tekstil, plastik dan minyak jelantah. Masing-masing sampah yang disetor ke Nabuang Sarok akan dikonversi menjadi poin. Untuk sampah kertas, daun, dan ranting, masing-masing diberikan 3 poin/kg, sampah tekstil 4 poin/kg, plastik 5 poin/kg, dan minyak jelantah 6 poin/liter. “Poin yang didapat bisa ditukar dengan item reward yang tersedia di aplikasi Nabuang Sarok,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penanaman pohon kaliandra, kata Anita, telah dilakukan PT Semen Padang bekerja sama pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara PT Semen Padang dengan Pemprov Sumbar, serta sejumlah kepala daerah (bupati) di Sumbar tentang peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

“Kenapa pohon kaliandra yang kami rekomendasikan untuk ditanam? karena ada tiga alasannya. Pertama, soal isu lingkungan. Sebab, kaliandra dapat dijadikan wood pellet dan tentunya bisa menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, dimana pohon kaliandra dapat mensubsitusi penggunaan bahan bakar batubara,” terang Anita.

Alasan kedua, soal isu cadangan karbon dunia untuk menyeimbangkan emisi. Dan, ketiga adalah pemberdayaan masyarakat. Kata Anita, PT Semen Padang memberdayakan masyarakat untuk melakukan penanaman pohon kaliandra, karena banyak manfaatnya. Selain bisa digunakan sebagai wood pellet, daun kaliandra juga bisa dijadikan sebagai pakan ternak dan bunganya untuk konsumsi madu.

“Makanya kami mendorong masyarakat untuk menanam kaliandra. Kalau sudah bisa dipanen, PT Semen Padang siap menjadi off taker. Tentunya, ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kemudian bagi PT Semen Padang juga akan ada profit yang didapat, karena dengan melakukan off taker kaliandra, akan dapat mengurangi biaya bahan bakar batubara. Apalagi, harga batubara lebih mahal dibandingkan kaliandra,” jelas Anita.

Secara terpisah, Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Rinold Thamrin menambahkan, PT Semen Padang hingga kini masih terus mensosialisasikan kaliandra ke pelbagai kabupaten dan kota di Sumbar, termasuk membagikan bibit kaliandra secara gratis kepada masyarakat. Dari sosialisasi yang dilakukan, ada sekitar 7000 Ha lahan yang siap untuk ditanami kaliandra. Bahkan, ada juga beberapa daerah telah menanam kaliandra.

“Di Pessel, yaitu di kawasan Sungai Pinang, itu sudah ditanam kaliandra, termasuk di Kabupaten Sijunjung. Kemudian, kami juga telah mengirim bibit kaliandra ke Tanah Datar, Agam, Dharmasraya, dan Sawahlunto. Jumlah bibit yang dikirim ke masing-masing daerah 1500-2000 batang. Kaliandra ini bisa tumbuh dimana pun, termasuk di lahan reklamasi tambang batu kapur PT Semen Padang. Di sana, juga sudah ditanam kaliandra ” katanya.(*)

Tags: KaliandraNabuang SarokSemen Padang

Berita Lainnya

Tim Medis SPH Berikan Layanan Kesehatan pada SP Tennis Series Semen Padang IMTC Cup

Senin, 29 Jun 2026 | 10:37 WIB
PT Semen Padang Ajak Warga Indarung dan Sekitarnya Ramaikan Salat Iduladha 1447 H

PT Semen Padang Ajak Warga Indarung dan Sekitarnya Ramaikan Salat Iduladha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:22 WIB

Gunakan Sepablock, BNPB Perluas Pembangunan Huntap ke Limapuluh Kota dan Agam

Senin, 20 Apr 2026 | 07:45 WIB

SPH Dukung Semangat Sehat di Ajang Semen Padang Fun Run 2025

Jumat, 14 Nov 2025 | 08:42 WIB
Selanjutnya
Wali Kota Solok, H. Zul Elfian Umar menerima kedatangan tim pendamping dari BPK RI Perwakilan Sumbar di Balai Kota Solok.(Prokomp)

Tim BPK RI Perwakilan Sumbar Lakukan Pendampingan di Kota Solok

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara