Rabu, 04 Nov 2026 - 02:25 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

TKD Tambahan: Menata Batang Lasi, Menjaga Denyut Ekonomi 3 Nagari

Pasar tradisional itu berada di tepi Sungai Batang Lasi yang didirikan tahun 1912 di atas tanah ulayat kaum Dt. Rajo Nan Basa

Andika
Minggu, 1 Nov 2026 | 18:42 WIB
Pekerja memacu pengerjaan turap beton berundak pada proyek Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Lasi di kawasan Pasar Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (26/10/2026). Pengerjaan infrastruktur penanganan pascabencana sepanjang 188 meter ini telah menembus progres 50 persen guna menstabilkan tebing terjal serta melindungi pusat perekonomian Pasar Serikat Lasi dari ancaman erosi dan luapan banjir lahar dingin Gunung Marapi.(DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

Pekerja memacu pengerjaan turap beton berundak pada proyek Pembangunan Tanggul dan Normalisasi Sungai Batang Lasi di kawasan Pasar Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (26/10/2026). Pengerjaan infrastruktur penanganan pascabencana sepanjang 188 meter ini telah menembus progres 50 persen guna menstabilkan tebing terjal serta melindungi pusat perekonomian Pasar Serikat Lasi dari ancaman erosi dan luapan banjir lahar dingin Gunung Marapi.(DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

Share on FacebookShare on Twitter

AGAM, KLIKPOSITIF – Raungan suara mesin ekskavator beradu dengan deru air sungai dan riuh aktivitas warga di Pasar Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (25/10/2026). Mesin-mesin itu sedang bekerja untuk membangun tanggul berundak di tepi sungai Batang Lasi.
Tanggul permanen sepanjang 188 meter ini menjadi benteng penyelamat vital bagi Pasar Serikat Lasi. Hancurnya turap kuno peninggalan zaman Belanda akibat diterjang galodo Marapi pada Mei 2024 dan September 2025 sempat melumpuhkan tebing pasar.  Penataan penampang basah sungai ini dirancang untuk memastikan debit air berintensitas tinggi dapat mengalir lancar tanpa meluap atau meninggalkan tumpukan material lahar dingin di sekitar kawasan pasar.

Pasar tradisional itu berada di tepi Sungai Batang Lasi. Ia didirikan tahun 1912 di atas tanah ulayat kaum Dt. Rajo Nan Basa (Suku Jambak, Kampung Ponggongan) berdasarkan kesepakatan Wali Nagari Lasi dan Angku Lareh Canduang.
Pasar itu berstatus pasar serikat milik bersama tiga nagari, yaitu Nagari Lasi, Nagari Canduang Koto Laweh, dan Nagari Bukik Batabuah. Pasar dikelola Badan Perwakilan Pemilik Pasar (BP3). Pasar yang berada di jalur utama Bukittinggi – Padang di kawasan kaki Gunung Marapi itu menjadi satu-satunya pusat pertumbuhan ekonomi dan pasar tradisional di Kecamatan Canduang.

Sungai Batang Lasi mengalir di tengah pemukiman warga di sekitar kawasan. Pada zaman Hindia Belanda, pemerintah Belanda membangun infrastruktur irigasi untuk mendukung sistem irigasi pertanian serta mengatur tata kelola air di kawasan kaki Gunung Marapi yang sangat subur. Infrastruktur irigasi dari zaman Belanda itu menjadi tak terpisahkan dari kawasan sekitar Pasar Lasi dan aliran Sungai Batang Lasi.

Namun karena sering dihantam aliran air yang tinggi saat terjadi erupsi Gunung Marapi, saluran itu jadi rusak. Tanah dekat pasar juga amblas ke dasar sungai. Turap penahan tebing peninggalan zaman Belanda di tepi Sungai Batang Lasi hancur dan runtuh akibat dihantam banjir bandang lahar dingin (galodo) Gunung Marapi secara berulang (terutama Galodo Mei 2024 dan September 2025).
Keruntuhan turap itu menyebabkan tebing tanah Pasar Lasi tergerus dalam. Bangunan kedai warga sering mengalami amblas ke dasar sungai, serta penumpukan material batu/lumpur yang menyumbat alur sungai.

Pengerjaan tanggul berundak ini berjalan bersamaan dengan proyek normalisasi alur Sungai Batang Lasi. Lebar alur sungai yang tadinya sempit dan terhalang tumpukan sedimen dikeruk dan dilebarkan menjadi kanal bersih berkapasitas 4 meter, ditambah 1,5 meter penanganan sayap di kiri dan kanan. Penataan penampang basah sungai ini dirancang untuk memastikan debit air berintensitas tinggi dapat mengalir lancar tanpa meluap atau meninggalkan tumpukan material lahar dingin di sekitar kawasan pasar.

Penyelesaian pembangunan turap beton ini merupakan realisasi kebijakan yang tertuang pada Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera 2026–2028 serta arahan Satgas PRR Kemendagri. Dengan menerapkan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable (BBBSS), pembangunan tanggul berundak Batang Lasi tidak hanya menstabilkan tebing dari ancaman amblas susulan, tetapi juga mengamankan kelangsungan aktivitas ekonomi ribuan warga nagari di kaki Gunung Marapi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) saat ini tengah memacu proyek pembangunan tanggul Sungai Batang Lasi.  Pekerjaan infrastruktur penanganan pascabencana bernilai Rp 1,59 miliar.
Pendanaannya bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan APBD Sumatera Barat 2026, yaitu dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di luar TKD reguler. Petuntukannya memperkuat kapasitas fiskal daerah—khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya
Proyek ini dikerjakan oleh kontraktor CV Bekarya Jaya Basamo di bawah pengawasan CV Graha Cipta Gemilang. Sejak memulai penataan fisik pada 17 September 2026, pengerjaan kini telah menembus progres 50 persen dan terus dikejar hingga target rampung pada akhir Desember 2026.
Pelaksana Lapangan CV Bekarya Jaya Basamo, Nando, mengatakan saat ini pengerjaan difokuskan pada pengedaman dan pemasangan batu untuk memperlebar serta menormalisasi aliran sungai.
“Tahapan pengerjaan dimulai dengan penggalian dan pendalaman sungai, dilanjutkan dengan perataan serta penguatan tanah, kemudian pengecoran lantai sungai. Konstruksi tanggul menggunakan sistem berundak atau trap sebanyak dua tingkat, masing-masing setinggi tiga meter dan dua meter,” jelasnya.
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan, untuk mempercepat pemulihan, K/L yang telah memperoleh alokasi TKD Tambahan agar segera melaksanakan kegiatan sesuai target tahun ini.

Baca Juga

Kegiatan rehab rekon pengendalian banjir dan sedimen untuk periode 2026-2028 pada Batang Kuranji dianggarkan sebesar Rp249,56 miliar. (Foto: Tim Media Satgas PRR).

Cegah Banjir Berulang di Padang, Menteri PU Bangun Cek Dam di Hulu dan Normalisasi Sungai

Selasa, 3 Nov 2026 | 15:05 WIB
Para pekerja dan alat berat memacu pengerjaan pembangunan Tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (20/10/2026). Proyek mitigasi bencana senilai Rp 1,9 miliar dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan ini dibangun dengan lebar permukaan sekitar 10 meter untuk menahan luapan banjir dan melindungi belasan hektar persawahan warga. (Dok: Tim Media Satgas PRR).

Dari TKD Tambahan Rp1,9 Miliar, 40 Pekerja Dikerahkan Bangun Tanggul Batang Sianok

Selasa, 3 Nov 2026 | 11:08 WIB

“Percepatan itu diperlukan agar manfaat program pemulihan segera dirasakan masyarakat terdampak bencana,” katanya di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Selasa (27/10/2026).

 

Tags: Satgas PRRSatgas PRR - Kementerian Dalam Negeri

Berita Lainnya

Kegiatan rehab rekon pengendalian banjir dan sedimen untuk periode 2026-2028 pada Batang Kuranji dianggarkan sebesar Rp249,56 miliar. (Foto: Tim Media Satgas PRR).

Cegah Banjir Berulang di Padang, Menteri PU Bangun Cek Dam di Hulu dan Normalisasi Sungai

Selasa, 3 Nov 2026 | 15:05 WIB
Para pekerja dan alat berat memacu pengerjaan pembangunan Tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (20/10/2026). Proyek mitigasi bencana senilai Rp 1,9 miliar dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan ini dibangun dengan lebar permukaan sekitar 10 meter untuk menahan luapan banjir dan melindungi belasan hektar persawahan warga. (Dok: Tim Media Satgas PRR).

Dari TKD Tambahan Rp1,9 Miliar, 40 Pekerja Dikerahkan Bangun Tanggul Batang Sianok

Selasa, 3 Nov 2026 | 11:08 WIB
Jembatan Tumayo. Progres fisik pengerjaan Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (29/10/2026). Jembatan ini dibangun kembali secara permanen untuk memulihkan akses utama warga selingkar Danau Maninjau yang sempat terputus total akibat hantaman banjir bandang (galodo) pada akhir 2025 lalu.(DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

Ambruk Diterjang Galodo, Jembatan Tumayo Kini Dibangun Permanen Pakai TKD Tambahan

Senin, 2 Nov 2026 | 19:11 WIB
Pembangunan Jembatan Bailey di Kelurahan Pampangan Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang sangat membantu kelancaran aktivitas warga sekitar. (DOK: TIM MEDIA SATGAS PRR)

Jembatan Bailey Pampangan Permudah Hidup, Warga Tak Lagi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Senin, 2 Nov 2026 | 18:15 WIB
Selanjutnya
Kapolres Pessel, AKBP Ricky Ricardo

Kapolres Pessel Selidiki Dugaan Tambang Emas Ilegal di TNKS Tapan, Pelaku Terancam Ditindak

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara