PADANG, KLIKPOSITIF – Sejalan dengan visi Indonesia Digital dan awareness akan potensi Ekonomi Digital dan pengembangan talenta Digital, AyoBelajar.id berkolaborasi bersama BPD HIPMI Sumatera Barat dan Upskill.
Kolaborasi ini akan mengadakan pelatihan digital bertajuk Ramadhan Digital Camp yang diadakan selama 2 minggu mulai dari tanggal 11 – 22 April 2022.
Selama program ini berjalan, peserta dapat mengikuti course antara lain:
1. Android Development
2. HTML dan CSS
3. Adobe Illustrator
4. ReactJS Framework
5. WordPress CMS
6. Laravel Framework
7. Canva Design
8. UI/UX Design
9. Content Writing
10. Copy Writing
Founder dan CEO AyoBelajar, Ade Surya Iskandar menyebutkan, seluruh kelas yang disediakan GRATIS, tanpa persyaratan dan tidak dipungut biaya.
“Dengan harapan kolaborasi yang kami buat bersama HIPMI Sumatera Barat dan Startup Ed-Tech Upskill dapat mengembangkan potensi diri talenta muda Indonesia pada sektor digital dan memanfaatkan teknologi untuk lebih produktif dan menghasilkan dampak ekonomi yang bagus,” katanya.
Ia berharap, Indonesia terutama Sumatera Barat dapat menjadi penyumbang talenta digital kedepannya
dan menjadi lokomotif pengembangan ekonomi digital.
Peserta yang tertarik untuk mengikuti program dapat mengunjungi link berikut untuk pendaftarannya https://talentpedia.ayobelajar.id/ramadhancamp/
AyoBelajar memiliki visi untuk meningkatkan literasi pendidikan digital dengan akses terhadap pelajaran
yang bebas diakses oleh siapa saja baik online ataupun offline melalui corner belajar yang disiapkan.
Bukan hanya itu, hilirisasi talent juga dipersiapkan untuk memberikan dampak ekonomi langsung kepada para talenta. “Untuk mencapai visi tersebut, AyoBelajar memiliki tiga program yang saat ini mereka jalankan, yaitu TalentPedia, BinerLabs dan AyoUMKM,” paparnya.
Ade menuturkan, berdasarkan riset McKinsey, Indonesia membutuhkan setidaknya 600 ribu talenta digital setiap tahunnya, sedangkan saat ini kapasitas pengembangan digital Indonesia hanya tersedia 100 ribu hingga 200 ribu.
“Melihat angka tersebut tentunya gap yang dibutuhkan untuk mengisi kekosongan talenta di sektor digital
sangat kurang, hanya berkisar 10-20%,” jelasnya.
Pemerintah menyadari permasalahan ini, dengan memulai program-program tepat sasaran untuk peningkatan sumber daya manusia melalui program digital talent development seperti program Prakerja,
Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy.






