Senin, 06 Jul 2026 - 19:32 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Usaha Tiga Generasi, Penjual Rempah Kini Gunakan Transaksi Non Tunai

Ramadhani
Sabtu, 13 Jun 2026 | 17:42 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

SOLOK,KLIKPOSITIF – Aditya (29) merupakan generasi ketiga dalam keluarganya yang menjalankan usaha jual beli rempah di Solok Sumatera Barat. Dia mengatakan usaha rempah ini mulai dirintis oleh mendiang kakeknya Amir Mahmud pada tahun 1960-an saat harga rempah, khususnya cengkih sedang anjlok. Bisnis bisa berlanjut karena sang kakek juga mengelola komoditas lain seperti pinang, kulit manis, pala, damar dan hasil pertanian lainnya.

Aditya mengatakan dari semua hasil tanaman masyarakat di daerah Solok, cengkih tetap menjadi tumpuan utama kehidupan para petani. Meski telah mengalami pasang surut harga, masyarakat terus menjaga lahan cengkih mereka hingga masih bisa terus dipanen hingga hari ini. Dia mengatakan jika masa puncak panen tiba, penjualan cengkih yang dikelolanya bisa mencapai 1 ton setiap bulannya.

β€œHarga cengkih sangat bergantung pada musim panen. Saat ini harga cengkih kering bisa mencapai Rp 110 per kilonya. Kita di sini membeli semuanya, baik itu cengkih kering maupun cengkih yang masih basah,” kata Aditnya di rumahnya di Solok, Sabtu13/6.

Cengkih atau Eugenia Aromatica merupakan hasil perkebunan yang dominan ditemukan di Solok. Hasil panennya hanya satu kali dalam satu tahun. Pada tahun 1950 cengkih mencapai pasar terbaiknya sebelum akhirnya merosot tajam pada era 1960-an. Baru pada tahun 1990-an harga cengkih kembali merangkak naik dan mulai stabil hingga saat ini.

Aditya menuturkan meski masa panen hanya satu kali dalam satu tahun, petani cengkih di Solok bisa menikmati panen cengkih hingga empat bulan lamanya. Dia mengatakan cengkih yang dijual basah oleh petani akan dikumpulkan dan diproses hingga cengkihnya menjadi kering dan siap jual. Dari tangan petani Aditya menampung cengkih baik dalam jumlah besar maupun jumlah kecil.

β€œKadang ketika petani butuh uang cepat mereka menjual cengkih basah yang baru dipanen. Saat ini harganya sekitar Rp 25 ribu per kilo. Saya mengambil berapa pun jumlah yang dijual untuk kemudian diproses lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan dulu pada masa kakek dan ayahnya, petani penjual cengkih lansung dibayar tunai setelah hasil ladangnya ditimbang. Namun kini Aditya mulai menggunakan pembayaran non tunai. Dia menyediakan pembayaran non tunai melalui aplikasi BRImo dari Bank BRI. Cara ini, menurut dia, sangat membantu dan lebih aman dalam melakukan pembayaran. Apalagi terkadang para petani harus mengirim uang hasil penjualan rempah itu kepada anak mereka yang sedang sekolah atau kuliah di luar kota atau untuk kebutuhan lain yang mendesak.

Baca Juga

Pemimpin BRI Cabang Padang Fuadi Kunjungi BEKANGDAM XX/TIB

Sabtu, 27 Jun 2026 | 20:31 WIB
Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Didukung Jaringan Terluas, Masyarakat Akar Rumput Nikmati Program KUR BRI

Jumat, 26 Jun 2026 | 20:26 WIB

Aditya mengatakan omzet penjualan rempah, khususnya cengkih bisa mencapai Rp 50 juta per minggu. Dengan transaksi non tunai lewat BRImo, dia tidak perlu menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar. Baginya hal ini juga menghemat waktu transaksi dan lebih aman. Dia mengatakan saat mengantar rempah-rempah kering siap jual ke gudang di Kota Solok, transaksi keuangannya bisa mencapai Rp 100 juta per minggu. Membawa uang tunai sebanyak itu, kata Aditya, tentu penuh resiko. Dengan pembayaran non tunai penjual rempah seperti dirinya bisa merasa lebih aman dan leluasa dalam bertransaksi.

β€œRempah dari Solok ini, khususnya cengkih itu digunakan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri. Dari gudang di Solok, cengkih kering itu dikirim ke pabrik-pabrik rokok di Pulau Jawa. Ada juga yang dikirim ke Malaysia dan sejumlah negara lain. Pada masa puncak panen, putaran uang dari petani hingga gudang itu sangat besar,” tuturnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah mengatakan cengkih sebagai salah satu sektor perkebunan unggulan yang memiliki prospek besar meningkatkan kesejahteraan petani di Solok. Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi juga telah menyiapkan sejumlah program penguatan kawasan sentra cengkih di Solok. Mahyeldi juga mengajak para petani untuk mulai mengembangkan hilirisasi komoditas cengkih.

“Daun cengkih yang selama ini belum dimanfaatkan memiliki nilai ekonomi yang besar. Kita perlu dukungan perguruan tinggi dan dunia usaha agar potensi ini dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru bagi petani,” tuturnya.

Marlina, seorang petani cengkih di Koto Anau, Kabupaten Lembang Jaya Kabupaten Solok mengaku bisa menjual cengkih dan menerima pembayaran lewat aplikasi BRImo BRI sangat membantu. Dia menjelaskan uang hasil menjual rempah biasanya langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti membeli beras, mengisi token listrik dan membeli paket internet. Terlebih lagi warung-warung di Solok juga sudah menyiapkan pembayaran lewat QRIS.

β€œMau beli apa-apa sekarang kadang lebih mudah lewat hp saja. Yang pasti itu untuk mengisi token listrik satu kali seminggu. Anak-anak merengek minta dibelikan paket internet, atau sesekali belanja online memang lebih murah juga harganya dari pada beli di pasar. Jadi uang hasil cengkih Solok ini sudah berputar sampai ke mana-mana gitu,” ujarnya.

Tags: AplikasibriBRImoDigitalKeuanganUmkm

Berita Lainnya

Pemimpin BRI Cabang Padang Fuadi Kunjungi BEKANGDAM XX/TIB

Sabtu, 27 Jun 2026 | 20:31 WIB
Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Didukung Jaringan Terluas, Masyarakat Akar Rumput Nikmati Program KUR BRI

Jumat, 26 Jun 2026 | 20:26 WIB
Zul sedang mengerjakan papan ucapan

Mato Kayoe: dari Kayu Sisa Jadi Mesin Uang Keluarga

Rabu, 24 Jun 2026 | 18:14 WIB

Pengelolaan Keuangan Pribadi Jadi Kunci Mencapai Stabilitas Finansial

Selasa, 23 Jun 2026 | 14:45 WIB
Selanjutnya

PT Semen Padang Ambil Bagian dalam Gerakan Penanaman 1.000 Pohon pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Β© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara