Sabtu, 07 Nov 2026 - 14:28 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Tidak Hanya Asma, Ini Penyebab-penyebab yang Bisa Sebabkan Sesak Napas

Meski terkadang bukan keadaan darurat, tapi, sesak napas juga bisa menjadi tanda suatu kondisi yang mengancam jiwa dalam beberapa kasus.

redaksi
Senin, 6 Des 2021 | 13:54 WIB
.

. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kondisi sulit bernapas atau sensasi tidak mendapat cukup asupan udara dikenal dengan sesak napas. Dalam dunia medis, sesak napas disebut dengan dyspnea dan bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman serta gelisah.

Meski terkadang bukan keadaan darurat, tapi, sesak napas juga bisa menjadi tanda suatu kondisi yang mengancam jiwa dalam beberapa kasus.

Ketahui lebih jauh kondisi apa saja yang dapat menyebabkan sesak napas selain asma, seperti dilansir dari Insider.

1. Reaksi alergi

Reaksi alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan terhadap pemicu alergi atau alergen, misalnya tungau debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan. Sebagian orang juga bisa mengalami reaksi alergi terhadap makanan tertentu, seperti susu, ikan, udang, atau kacang.

“Reaksi alergi dapat menyebabkan tenggorokan menegang yang menciptakan kesulitan bernapas,” kata Troy Madsen, MD, seorang profesor emergency medicine di University of Utah.

Baca Juga

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

2. Emboli paru

Emboli paru atau bekuan darah di paru-paru adalah kondisi serius yang mengancam jiwa yang terjadi ketika gumpalan darah mengalir ke arteri pulmonalis dan menghalangi aliran darah ke paru-paru.

Emboli paru menurunkan aliran darah ke paru-paru, sehingga mengurangi jumlah darah yang dapat dioksigenasi untuk menyediakan oksigen bagi seluruh tubuh. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan sesak napas.

Seiring dengan sesak napas, Anda akan merasakan nyeri dada yang semakin parah dan batuk lendir berdarah. Orang yang berusia di atas 40 tahun lebih mungkin mengalami emboli paru. Begitu juga orang yang baru saja menjalani operasi dan orang dengan kondisi autoimun.

3. Serangan cemas

Kecemasan adalah masalah umum, di mana hampir satu dari lima orang dewasa memiliki gangguan kecemasan dan lebih dari satu dari sepuluh orang mengalami serangan kecemasan setiap tahun.

“Kecemasan sering menyebabkan detak jantung yang cepat, yang dapat menyebabkan sensasi sesak napas,” kata Madsen.

Beberapa gejala lain dari serangan kecemasan adalah gemetar, merasa mual, berkeringat, ketakutan yang intens, serta merasa pusing atau ingin pingsan.

4. Serangan jantung

Sesak napas juga bisa menjadi tanda peringatan serangan jantung, bersama dengan gejala lain seperti kelelahan dan keringat dingin.

“Serangan jantung dapat menyebabkan sesak napas karena otot jantung terpengaruh, dan mungkin tidak dapat mengirimkan darah secara memadai ke tubuh,” kata Madsen.

Jika Anda merasa mengalami serangan jantung, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

5. Tanda awal kehamilan

Selama beberapa minggu pertama setelah Anda hamil, tubuh Anda mulai memproduksi lebih banyak hormon progesteron. Saat kadar progesteron Anda meningkat, Anda secara alami mulai bernapas lebih cepat, yang dapat membuat Anda merasa sesak napas.

Selain itu, saat hamil, rahim Anda tumbuh lebih besar dan dapat memberi tekanan pada diafragma, yang dapat menyebabkan sensasi sesak napas secara bertahap, demikian dikatakan Madsen.

Tags: asmaInfotainmentkesehatanpenyebab sesak napassesak napas

Berita Lainnya

IDI Padang Gelar PIT 2026, Tingkatkan Kompetensi Dokter Tangani Kegawatdaruratan

Kamis, 29 Okt 2026 | 16:04 WIB

Teh Hijau Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung

Kamis, 22 Okt 2026 | 07:58 WIB

Bunda, Ini Lima Resep Alpukat Sehat untuk Buah Hati

Rabu, 14 Okt 2026 | 09:34 WIB

Manfaat Jus Seledri untuk Kesehatan Badan

Jumat, 2 Okt 2026 | 08:08 WIB
Selanjutnya
ilustrasi

Jelang Akhir Tahun, YouTube Rilis Fitur Mirip Spotify Wrapped

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara