Minggu, 26 Jul 2026 - 09:39 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Tarif Sepihak: Upeti Sebagai Pengakuan Adidaya

Oleh Syafruddin Karimi Departemen Ekonomi Universitas Andalas

Fitria Marlina
Kamis, 17 Jul 2025 | 15:34 WIB
Syafruddin Karimi

Syafruddin Karimi

Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump semakin menunjukkan perilaku layaknya preman ekonomi global. Dengan penuh keyakinan dan tekanan, Trump memberlakukan tarif atas hampir semua barang yang masuk ke AS, termasuk dari negara-negara berkembang yang sedang berusaha memperkuat sektor industrinya. Ia mengumpulkan pendapatan besar dari bea masuk yang justru dibebankan kepada eksportir asing, bukan perusahaan domestik. Tarif 19 persen terhadap barang-barang Indonesia hanyalah satu contoh dari skema lebih luas yang ia bangun: menciptakan sistem ekonomi global di mana AS bertindak sebagai pemungut upeti dari seluruh dunia.

Trump mengatur strategi perdagangannya seperti seorang penguasa tunggal yang mendikte mitra dagang. Satu sisi, ia memaksa semua negara membayar tarif masuk yang tinggi untuk bisa menembus pasar AS. Di sisi lain, ia menekan mereka agar membuka pasar mereka sepenuhnya untuk barang-barang buatan AS—dengan tarif nol, tanpa hambatan non-tarif, bahkan disertai komitmen pembelian dalam jumlah besar. Indonesia, misalnya, harus membeli energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian US$4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing hanya agar bisa mempertahankan akses terbatas ke pasar AS. Ini bukan sekadar diplomasi dagang, tetapi pemaksaan sepihak yang menghilangkan prinsip kesetaraan dalam perdagangan internasional.

Baca Juga

Kuliner Minang Mendunia, Menteri Ekraf Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

Selasa, 16 Jun 2026 | 10:37 WIB

Ini Kelompok Paling Terdampak Kenaikan BBM di Sumbar

Rabu, 10 Jun 2026 | 17:54 WIB

Yang lebih mengkhawatirkan, Trump tidak memberi ruang bagi negara lain untuk menerapkan kebijakan balasan. Uni Eropa, Jepang, bahkan negara-negara berkembang seperti Indonesia tidak diberi hak yang sama untuk mengenakan tarif sebagai bentuk perlindungan. Ketika negara mitra mencoba merespons dengan langkah yang setara, AS langsung mengancam dengan tarif tambahan, denda dagang, atau pemblokiran akses pasar. Bagi Trump, keadilan dalam perdagangan hanya berarti satu hal: keuntungan mutlak bagi AS. Ia menyamakan dominasi ekonomi dengan keadilan. Dunia dipaksa menerima aturan main ini dengan dalih bahwa siapa pun yang ingin masuk pasar AS harus bermain sesuai irama Washington.

Banyak negara seolah kehilangan keberanian. Mereka takut tersingkir dari pasar AS yang besar. Akibatnya, mereka menyerahkan konsesi strategis: membuka pasar domestik, menurunkan tarif, hingga mengatur ulang belanja pemerintah agar sesuai dengan kepentingan ekspor AS. Mereka menyerahkan kedaulatan ekonominya demi menghindari konflik dengan Gedung Putih. Rasa takut ini membuat Trump makin leluasa mengatur peta perdagangan global sesuai kehendaknya. Ia menjadikan dominasi ekonomi sebagai alat kontrol politik. Perdagangan tidak lagi menjadi ruang kerja sama saling menguntungkan, tapi medan perebutan kendali oleh negara kuat atas negara lemah.

Kesepakatan dagang seperti yang diterima Indonesia hanyalah satu bagian dari pola besar ini. AS tak hanya mengatur tarif, tapi juga mengarahkan arus belanja negara lain ke produk-produk unggulannya. Ini menciptakan ketergantungan ekonomi sepihak yang bisa merusak kemandirian dan daya saing jangka panjang negara mitra. Negara seperti Indonesia yang sedang membangun hilirisasi dan industrialisasi justru menghadapi tantangan baru: gempuran barang impor AS tanpa perlindungan tarif, beban pembelian besar atas nama diplomasi dagang, dan kehilangan momentum untuk memperkuat pasar dalam negeri.

Trump telah menjadikan kebijakan tarif sebagai senjata ekonomi yang efektif. Ia memeras pendapatan dari mitra dagang sambil mendorong mereka untuk menjadi konsumen tetap bagi produk AS. Dunia seolah harus memilih: tunduk pada tekanan atau kehilangan akses ke pasar terbesar. Keadilan digantikan dengan tekanan, dan kemitraan berubah menjadi dominasi sepihak. Tantangan bagi negara-negara berkembang kini adalah berani berkata tidak. Jika tidak, mereka akan terus terjebak dalam lingkaran ketergantungan dan konsesi yang melemahkan kedaulatan ekonominya sendiri.

Tags: Amerika SerikatEkonomiEkonomi IndonesiaTarif Ekonomi

Berita Lainnya

Kuliner Minang Mendunia, Menteri Ekraf Resmikan Restoran Sederhana di Singapura

Selasa, 16 Jun 2026 | 10:37 WIB

Ini Kelompok Paling Terdampak Kenaikan BBM di Sumbar

Rabu, 10 Jun 2026 | 17:54 WIB
Harga Pertamax di Wilayah Sumatera Barat per hari ini, Rabu, 10 Juni 2026 menjadi Rp17.000, -/ liter. (Foto: Kiki Julnasri/KLIKPOSITIF.com)

Rute Kendaraan Daerah Mana Paling Terdampak Kenaikan Pertamax di Sumbar?

Rabu, 10 Jun 2026 | 14:40 WIB

Pesawat Militer AS Rampungkan Perbaikan Darurat di Bandara Internasional Minangkabau

Rabu, 3 Jun 2026 | 09:10 WIB
Selanjutnya

Anda Sedang Batuk? Nenas Bisa Jadi Pilihan Mengatasinya

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara