Sabtu, 07 Nov 2026 - 11:36 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Studi: Makan Kacang Panggang Bisa Turunkan Risiko Kematian 12 Persen

Health

redaksi
Minggu, 15 Nov 2020 | 15:16 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Penelitian menyarankan diet kaya protein terkait dengan risiko kematian lebih rendah, terutama protein nabati yang termasuk kacang-kacangan dan lentil.

Para ahli menemukan bahwa diet tinggi protein nabati bisa menurunkan risiko kematian dini dan meningkatkan peluang hidup jangka panjang.

Sumber protein nabati yang terbaik ini termasuk kacang-kacangan, lentil, buncis, edamame, dan quinoa. Sedangkan, tahu atau kedelai juga merupakan sumber protein baik.

Lalu, beberapa sayuran seperti brokoli, kacang polong dan bayam bisa membantu berkontribusi pada asupan protein yang dibutuhkan tubuh. Studi dalam British Medical Journal (BMJ), para ahli telah meninjau 32 studi yang ada tentang diet tinggi protein nabati tersebut.

Selama waktu penelitian 3,5 dan 32 tahun, sekitar 113.039 kematian terjadi yang mana 16.429 di antaranya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan 22.303 dari 715.128 orang akibat kanker.

Para peneliti pun menemukan bahwa asupan protein total berkaitan dengan risiko kematian 6 persen lebih rendah akibat kondisi apapun. Tapi, pola makan tinggi protein nabati juga berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dari semua penyebab secara signifikan.

Para peneliti mengatakan risiko kematian dini akan menurun 8 persen ketika seseorang mengonsumsi protein nabati seperti kacang panggang dibandingkan mereka yang lebih rendah asupan protein nabatinya.

Orang dengan asupan protein nabati tertinggi juga mengalami penurunan risiko kematian 12 persen akibat penyakit kardiovaskular bila dibandingkan dengan mereka yang paling rendah.

Studi tersebut menemukan bahwa sebanyak 3 persen asupan energi dari protein nabati sehati berkaitan dengan risiko kematian 5 persen lebih rendah akibat kondisi apapun.

“Asupan protein total yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari semua penyebab kematian. Sedangkan, asupan protein nabati ini berkaitan dengan risiko yang lebih rendah dari semua penyebab kematian, termasuk kardiovaskular,” jelas studi tersebut dikutip dari Mirror UK.

Sementara itu, seseorang yang mengganti asupan protein hewani sehari-harinya dengan protein nabati juga bisa meningkatkan peluang bertahan hidupnya yang lebih lama.

Para ahli yang melakukan penelitian tentang diet tinggi protein nabati ini berasal dari Universitas Harvard di AS dan Universitas Ilmu Kedokteran Tehran di Iran.

Baca Juga

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Mereka beranggapan protein nabati ini sangat penting karena efek positifnya pada tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah yang membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Para ahli pun meminta lebih banyak penelitian yang diperlukan, meskipun temuan mereka ini sudah sangat mendukung rekomendasi pola makan tinggi protein nabati.

Tags: Health

Berita Lainnya

Ingin Kulit Sehat dan Terawat? Ini Panduan Rutinitas Skincare Sesuai Jenis Kulit

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:49 WIB

5 Rekomendasi Minyak Alami untuk Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Sabtu, 24 Okt 2026 | 08:18 WIB

Selalu Merasa Lapar Meski Sudah Makan? Kenali 6 Kemungkinan Penyebabnya

Sabtu, 24 Okt 2026 | 07:11 WIB

Kebiasaan Sarapan yang Keliru Bisa Picu Masalah Kesehatan

Sabtu, 24 Okt 2026 | 06:37 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi

Mau Libur Nyaman, Persiapkan Dulu Hal Ini

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara