PADANG, KLIKPOSITIF — Kabut asap menjadi salah satu kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama pada anak-anak. Paparan partikel halus dari asap dapat mengganggu saluran pernapasan anak yang masih berkembang. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan guna melindungi kesehatan si kecil.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi Semen Padang Hospital (SPH), dr. Riki Alkamdani, Sp.A, Subsp. Resp (K), mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap kondisi kualitas udara dan aktivitas anak saat kabut asap terjadi.
“Anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus karena paparan polusi udara dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan. Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih cermat dalam mengatur aktivitas anak, khususnya ketika kualitas udara sedang buruk,” jelasnya.
Tiga Langkah Melindungi Anak dari Kabut Asap
Ada tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengurangi paparan kabut asap pada anak.
Pertama, batasi aktivitas di luar rumah. Ketika kualitas udara memburuk, orang tua sebaiknya mengurangi aktivitas anak di luar ruangan dan memilih kegiatan di dalam rumah.
“Kedua, jaga kualitas udara di dalam rumah. Pastikan kondisi udara di rumah tetap nyaman dan hindari sumber polusi tambahan, seperti asap rokok. Apabila asap masuk ke dalam rumah, tutup jendela dan pintu selama kondisi tersebut membantu mengurangi paparan dari luar,” paparnya.
Ketiga, pantau kualitas udara sebelum beraktivitas. Orang tua disarankan memeriksa informasi kualitas udara setempat sebelum mengajak anak beraktivitas di luar rumah. Dengan begitu, aktivitas anak dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Kenali Tanda Gangguan Pernapasan pada Anak
Selain melakukan pencegahan, orang tua juga perlu mengenali tanda gangguan pernapasan yang mungkin dialami anak setelah terpapar polusi udara.
“Apabila anak mengalami sesak napas atau napas lebih cepat dari biasanya, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan apabila anak terlihat kesulitan bernapas atau kondisinya memburuk,” tuturnya.
Kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan anak, terutama ketika kualitas udara sedang tidak baik.
“Melalui edukasi kesehatan ini, Semen Padang Hospital mengajak seluruh orang tua untuk lebih peduli terhadap kualitas udara di lingkungan sekitar dan menjadikan perlindungan kesehatan anak sebagai prioritas. Lindungi si kecil mulai dari rumah,” katanya.














