KLIKPOSITIF – Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Bencana di Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Sosialisasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman warga terkait pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Dalam kesempatan itu, Bakri Bakar menekankan pentingnya membangun kesadaran dan budaya siaga bencana di tengah masyarakat.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Masyarakat perlu mengetahui potensi bencana yang ada di wilayahnya serta memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, risiko serta dampak bencana dapat diminimalkan,” ujar Bakri.
Ia menjelaskan, Perda Nomor 4 Tahun 2023 menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Sumatera Barat. Regulasi tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Bakri berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Pengetahuan yang diperoleh masyarakat diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelamatkan diri, keluarga, serta lingkungan ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, Bakri juga mendorong penguatan koordinasi antara masyarakat, pemerintah nagari, pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.
Menurutnya, kolaborasi yang baik akan membuat penanggulangan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terarah dan efektif.
Kecamatan Lunang, kata Bakri, juga perlu memberikan perhatian terhadap berbagai potensi bencana yang dapat terjadi. Karena itu, edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan mampu menghadapi risiko bencana.
Melalui kegiatan tersebut, Bakri berharap masyarakat semakin memahami hak, kewajiban dan perannya dalam penanggulangan bencana.
“Harapan kita, masyarakat tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang tangguh, tanggap dan siap menghadapi bencana,” tuturnya. (*)















